Pemkot Tangerang Siapkan 5.000 Liter Air Bersih per Hari, BPBD Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan

Tangerang7
Truk tangki BPBD Kota Tangerang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di kawasan permukiman.
BPBD Kota Tangerang menyiagakan distribusi air bersih hingga 5.000 liter per hari untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak kekeringan. (Diskominfo Kota Tangerang)

Tangerang7.com, Kota Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyiapkan distribusi 5.000 liter air bersih setiap hari sebagai langkah cepat mengantisipasi dampak musim kemarau dan potensi kekeringan di sejumlah wilayah.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bantuan air bersih mulai disalurkan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kecamatan Pinang menjadi salah satu wilayah pertama yang menerima distribusi tersebut.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan kapasitas distribusi sementara mencapai sekitar 5.000 liter per hari dan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan laporan yang masuk.

“Saat ini sudah mulai ada pendistribusian air bersih seperti di Kecamatan Pinang serta tidak menutup kemungkinan di sejumlah wilayah lain yang membutuhkan. Kapasitas yang bisa dilakukan sementara ini kurang lebih 5.000 liter per hari untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mahdiar, Selasa (22/9/2026).

Pemkot Tangerang juga meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat dua kecamatan yang berada pada kategori zona merah (awas), yaitu:

Kecamatan Tangerang

Kecamatan Benda

Kondisi tersebut menjadi dasar BPBD menyiagakan personel serta armada tangki air agar distribusi dapat dilakukan secara cepat ketika masyarakat mengajukan permohonan bantuan.

Mahdiar menjelaskan, petugas telah ditempatkan dalam kondisi siaga untuk merespons setiap laporan dari warga.

“Kami terus melakukan pemantauan di setiap wilayah sekaligus menyiapkan petugas untuk stand by bila ada permintaan air bersih dari masyarakat. Prinsipnya, bantuan akan langsung didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan berdasar laporan yang diterima,” katanya.

BPBD menegaskan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan bagi kawasan yang benar-benar mengalami kesulitan memperoleh air.

Setiap permohonan akan diverifikasi sebelum armada diterjunkan ke lokasi.

Selain menyiapkan bantuan, Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau untuk mengurangi risiko kekurangan pasokan di lingkungan permukiman.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menyampaikan laporan melalui beberapa kanal resmi Pemerintah Kota Tangerang, antara lain:

Aplikasi LAKSA

Layanan darurat 112

Hotline BPBD Kota Tangerang

Pemkot berharap partisipasi masyarakat, termasuk saling membantu antarwarga yang masih memiliki sumber air, dapat meringankan dampak kekeringan di lingkungan sekitar.

“Kami berharap sekali saling bantu antarwarga yang memang masih memiliki sumber air. Tapi jika memang diperlukan bantuan air bersih bisa langsung memberikan laporan untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti secepatnya,” pungkas Mahdiar. **

Penulis: Yape GuloEditor: Madalin Maulisa