“Awal diluncurkan pada 2020 hanya untuk mempermudah pembuatan AK1 (Kartu Kuning) di masa pandemi untuk menghindari kerumunan. Seiring waktu kami terus menambah fitur baru dalam aplikasi ini, terutama dalam mempermudah para pencari kerja,” ungkap Iis.
Menurut dia, pada April 2022 Disnaker Kabupaten Tangerang menjalin kerja sama dengan sender.id untuk memberikan layanan pesan singkat resmi kepada pencari kerja sesuai kriteria yang dibutuhkan perusahaan.
“Jika nanti para pencari kerja mendapatkan pesan melalui Short Message Service (SMS) di handphonenya dengan nama ‘NAKERKABTNG’ itu resmi dari Disnaker Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Hingga saat ini sudah ada lebih dari 300 perusahaan bergabung keĀ platform digital bernama ‘Siapkerja’.
“Jadi ini merupakan job fair virtual, jadi perusahaan kita undang ke ‘Siapkerja’ dan membuat akun masing-masing. Setelah itu perusahaan bisa menayangkan lowongan pekerjaan,” katanya.
Dia menjelaskan, melalui aplikasi ‘Siapkerja’ yang berfungsi untuk menginformasikan terkait lowongan kerja, juga digunakan sebagai sarana pelaporan keberadaan tenaga kerja asing yang bekerja di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Selain menginformasikan lowongan pekerjaan kita juga ada laporan keberadaan tenaga kerja asing, nah yang punya tanaga kerja asing sudah otomatis (didata),” jelasnya.
Kemudian, jika para calon tenaga kerja ingin mengakses melalui aplikasi tersebut, diminta untuk mendaftar terlebih dahulu, lalu mengisi data diri. Selain itu, mengunggah beberapa persyaratan berupa foto, mulai dari KTP, ijazah, daftar riwayat hidup, serta surat keterangan domisili bagi warga ber-KTP di luar wilayah Kabupaten Tangerang.
Untuk mengakses layanan tersebut, para calon tenaga kerja bisa mengaksesnya melalui www.siapkerja.tangerangkab.co.id.
“Kalau di Kabupaten Tangerang ini kita masih welcome dengan orang luar, tetapi dia harus punya domisili atau memiliki KTP asal Kabupaten Tangerang,” ujarnya. (ist)












