Tangerang7.com, Tangerang – Kontingen Kabupaten Tangerang melakukan protes lantaran data perolehan medali dalam ajang Porprov VI tidak update.

Mereka menggelar konferensi pers di Sekretariat kontingen KabupatenTangerang di Gedung Wanita, Jalan Kisamaun, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Konferensi pers dipimpin Ketua Kontingen Kabupaten Tangerang Taufik Emil yang didampingi Sekretaris Eka Wibayu.

Taufik menegaskan, hal yang menjadi sorotan dari kontingen Kabupaten Tangerang adalah proses rekapitulasi atau update perolehan medali saat pertandingan yang dirasakan tidak mengusung spirit fair play dan sportivitas. Sehingga, KONI Kabupaten Tangerang menghadapi beberapa kendala dalam bersaing mengejar perolehan medali emas dari cabor yang dipertandingkan.

“Hari pertama pelaksanaan kami sangat mudah mengakses daftar perolehan medali hingga kepada data atlet peraih medali emas, perak dan perunggu. Namun melewati hari ketiga kami kesulitan mengakses data tersebut,” katanya.

Kata Taufik, terjadi selisih medali yang diperoleh setiap harinya dari data tim pemantau di lapangan dengan data yang tertera di situs Porprov https://porprovbanten2022.id.
Bahkan selisih perolehan medali yang diraih dengan data yang tertera di situs mencapai selisih angka 50 medali emas setelah sebelumnya fluktuatif di angka 20 sampai 30 medali emas.

“KONI Kabupaten Tangerang sudah melakukan komunikasi intens terkait hal tersebut, namun tidak
ada data yang bisa menjawab perbedaan selisih tersebut. Pihak panitia melalui Bidang Pertandingan memberi jawaban selisih tersebut terjadi karena keterlambatan technical delegate cabang olahraga dalam menginformasikan kepada pihak panitia.

“Ada beberapa cabor yang mengalami penundaan data perolehan medali walau pertandingan yang digelar sudah berakhir,” terangnya.

Dari indikasi tersebut, KONI Kabupaten Tangerang menyimpulkan:
1. Panitia tidak siap mengolah data perolehan medali terupdate, membuat masyarakat yang tidak terinformasi dengan benar dengan data yang tersaji, sehingga masyarakat, media, atlet dan official bertanya langsung kepada KONI Kabupaten Tangerang.

2. KONI Kabupaten Tangerang mempermasalahkan transparansi panitia dalam perolehan medali. Akurasi data situs Porprov https://porprovbanten2022.id dengan hasil pertandingan secara tertulis yang dihimpun tim pemantau KONI Kabupaten Tangerang tidak akurat. Ini mempengaruhi KONI Kabupaten Tangerang dan pengcab peserta Porprov dalam melakukan evaluasi menghadapi pertandingan hari berikutnya.

3. Kondisi ini membuat spirit dan psikologi atlet kabupaten dan kota lain di Banten terganggu dalam mewujudkan target raihan medali emas. (kam)