Tangerang7.com, Serpong – Pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tingkat kecamatan periode 2022-2026 mulai digelar.

Tujuh kecamatan di Tangsel nantinya secara bergantian akan digelar pelantikan.Dimulai dari Kecamatan Serpong, kemudian dilanjutkan di Kecamatan Ciputat.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan adanya kepengurusan Dekranasda hingga tingkat kecamatan bahkan kelurahan merupakan bentuk inovasi yang tidak ditemui di daerah lain.

Ini membuktikan bahwa Pemkot Tangsel menaruh perhatian serius dalam perkembangan kerajinan dan pelaku kreatif di Tangsel.

“Ada 16 sub sektor ekonomi kreatif di Indonesia yang harus dikembangkan dan ternyata 16 sub sektor ekonomi kreatif ini ada di Tangerang Selatan,” ungkap Pilar, saat menghadiri pelantikan tersebut, Senin (5/12/2022).

Mulai dari kuliner, kriya, fesyen, desain produk, seni pertunjukan, fotografi, film, animasi video, desain komunikasi visual, arsitektur dan desain interior, periklanan, musik.

“Belum lagi seni rupa, penerbitan, bahkan aplikasi dan pengembangan game itu termasuk sub sektor ekonomi kreatif,” jelasnya.

Untuk itu, peran kepengurusan Dekranasda hingga tingkat kecamatan harus dimaksimalkan. Hal ini untuk mengakomodir ekonomi kreatif tersebut yang tumbuh di Tangsel.

“Jadi nanti kita bersama menyaring, siapa-siapa saja pelaku ekonomi kreatif di wilayah masing-masing. Itulah kenapa kepengurusan nya dibentuk hingga kelurahan. Karena potensinya memang ada sampai kelurahan, inilah hidden gems,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Tangsel, Truetami Ajeng Pilar Saga Ichsan mengatakan bahwa pelantikan kepengurusan Dekranasda Kota Tangsel ini terdiri dari orang-orang yang berkompeten di bidang kerajinan dan ekonomi kreatif.

“Sehingga nantinya terbangun komunikasi dari tingkat wilayah untuk membahas program-program yang tepat sasaran dalam rangka mengembangkan pelaku-pelaku kerajinan dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia meyakini dalam mempromosikan kerajinan-kerajinan yang ada di Tangsel, tentu tidak bisa mengandalkan Dekranasda di tingkat kota saja atau hanya komunitas-komunitas tertentu saja.

“Untuk itu kita harus lebih intens secara bersama dalam mengembangkan dan mempromosikan kerajinan di Tangsel,” tandasnya. (r)