Tangerang7.com, Kota Tangerang – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang mulai menyiapkan berbagai produk kuliner untuk menyambut Culinary Day 2026.
Ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen secara langsung.
Sejumlah UMKM dari berbagai wilayah di Kota Tangerang telah mempersiapkan produk unggulan yang akan dibawa ke ruang publik.
Bagi mereka, kegiatan kuliner tidak hanya berkaitan dengan transaksi penjualan, tetapi juga menjadi sarana membangun jaringan dan membaca kebutuhan pasar.
Ketua UMKM Kecamatan Ciledug, Anggraeni, mengatakan antusiasme pelaku usaha cukup tinggi menjelang pelaksanaan Culinary Day 2026.
Menurutnya, para pelaku UMKM telah mulai mempersiapkan produk, kemasan, hingga kebutuhan lainnya.
Persiapan juga dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan informasi resmi pemerintah terkait potensi paparan abu vulkanik.
“Teman-teman UMKM sangat antusias. Mereka sudah mulai mempersiapkan produk yang akan dibawa. Di tengah kondisi sekarang, kami juga tetap mengikuti informasi dan arahan pemerintah terkait kondisi udara, sehingga persiapannya bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan,” ujar Anggraeni.
Anggraeni menilai kegiatan seperti Culinary Day memiliki manfaat lebih luas bagi UMKM, terutama bagi pelaku usaha yang selama ini menjalankan produksi dari rumah.
Pertemuan langsung dengan konsumen memungkinkan pelaku usaha memperoleh gambaran mengenai respons pasar terhadap produk yang ditawarkan.
Interaksi tersebut juga dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas produk maupun strategi pemasaran.
“Ini bukan hanya soal berjualan, tetapi juga bagaimana UMKM bisa belajar membaca selera konsumen, membangun relasi dan membuat produknya semakin dikenal. Kami tentu berharap kesempatan seperti ini terus ada,” katanya.
Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan konsumen menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis kuliner.
Pelaku usaha dapat mengetahui produk yang paling diminati sekaligus menerima masukan secara langsung.
Antusiasme serupa datang dari pelaku UMKM Kecamatan Pinang, Oktavia Djiah Pratiwi. Ia mulai mempersiapkan sejumlah kebutuhan untuk mengikuti Culinary Day 2026.
Persiapan tersebut mencakup pengecekan kualitas produk, penataan kemasan, hingga perhitungan stok yang akan dibawa selama kegiatan berlangsung.
Bagi pelaku UMKM, kesempatan bertemu langsung dengan konsumen memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pemasaran yang hanya mengandalkan media sosial.
Konsumen dapat melihat produk secara langsung, mengenal pilihan kuliner yang tersedia, sekaligus mencicipi produk yang ditawarkan.
Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pelanggan baru.
Culinary Day 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu ruang promosi bagi produk kuliner lokal Kota Tangerang.
Kegiatan semacam ini juga memberikan kesempatan bagi UMKM untuk membangun hubungan dengan konsumen sekaligus mengembangkan jaringan usaha.
Dari dapur rumahan, berbagai produk kuliner lokal kini memiliki kesempatan untuk tampil di ruang publik.
Pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pengenalan merek, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. **













