Tangerang7.com, Tangerang – Setelah dicanangkan dan disiapkan sejak 2016, Pemerintah Kota Tangerang akhirnya siap merealisasikan penerapan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada pengolahan sampah energi listrik atau PSEL.

Kota Tangerang menjadi salah satu dari 12 kota/kabupaten se-Indonesia dan kota pertama di Provinsi Banten yang menjalani PSN ini.

Hal ini, ditandai secara resmi usai Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan dan pengoperasian PSEL, dengan PT Oligo Infra Swarna Nusantara yang turut dihadiri Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tihar Sopian mengungkapkan, ini menjadi kontrak jangka panjang selama 25 tahun. Sebagai tahap awal, DLH dan PT Oligo Infra Swarna Nusantara akan mempersiapkan berbagai perencanaan, desain hingga izin-izinnya.

“Sejak 2016 segala regulasi, payung hukum, kaidah hukum, teknis dan lainnya dipersiapkan. Proses tanda tangan kemarin, menjadi progress nyata, dan kita segera bergerak lagi agar segera terealisasikan,” ungkap Tihar.

Ia mengungkapkan, nantinya PSEL di Kota Tangerang akan berlokasi di dua tempat, yaitu TPA Rawa Kucing dan Jatiuwung dengan kapasitas total pengolahan sampah mencapai 2.000 ton per harinya. Dengan itu, 1.500 ton sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing setiap harinya dapat dikelola dengan baik lewat teknologi PSEL.

“TPA Rawa Kucing dengan luas 34,8 hektare dengan ketinggian sampah mencapai 17 meter dinilai sudah membutuhkan pengolahan secara teknologi. 2008 lalu Kota Tangerang menjadi kota terkotor, kemudian bisa menjadi Adipura, sekarang akan membangun PSEL dan harapannya Kota Tangerang dapat menjadi kota pengolahan sampah terbaik,” harapnya.

“Ayo terus bekerja sama dan bahu membahu untuk membangun Kota Tangerang yang lebih bersih lagi,” imbaunya. (kam)