PPKM Kota Tangsel Turun ke Level 2

  • Whatsapp
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.

Tangeran7.com, Ciputat, Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) kembali diperpanjang mulai 19 Oktober hingga 1 November mendatang. Dalam perpanjangan kali ini Tangsel turun level, dari 3 menjadi level 2.

Aturan itu tertuang di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali yang diteken pada Senin (18/10).

Bacaan Lainnya

“Gubernur Banten dan Bupati/Wali Kota untuk wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 2 yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Dan Level 3 Kabupaten Tangerang,” demikian bunyi bagian dalam Inmendagri tersebut.

Sementara berdasarkan Surat Edaran Nomor 443/3674/Huk tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Covid-19 berbagai kegiatan hampir sama dengan level 3 namun waktu dan persentasenya saja yang ditambah.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengungkapkan, penurunan level ini sejalan dengan data kasus yang semakin menurun serta optimalisasi vaksinasi di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah kita turun menjadi level 2,untuk aturan lainnya masih sama, yang berbeda persentasenya saja,” ungkap Benyamin, Selasa (19/10/2021).

Seperti halnya rumah makan sudah bisa makan ditempat 70 pesen sebelumnya 50 persen. Anak-anak dibawah 12 tahun sudah bisa masuk ke mall. Namun untuk taman kota masih dalam proses kajian, sedangkan untuk olahraga yang outdoor sudah bisa dibuka.

Sementara untuk akad nikah, semua agama dapat menyelenggarakan dengan pembatasan undangan paling banyak 50 persen dari
kapasitas ruangan. Tidak makan ditempat (dine in) dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Pelaksanaan resepsi pernikahan, dan resepsi khitanan dapat diselenggarakan dengan pembatasan undangan paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan, setelah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan ijin keramaian dari
Kepolisian setempat,” terang Benyamin.

“Dengan pembatasan undangan paling banyak 30 (tiga puluh) orang per sesi dan tidak makan ditempat (dine in), dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya melanjutkan.

Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal
50 persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat serta wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau
penilaian mandiri (self assessment).

Benyamin mengungkapkan, untuk angka kematian di Tangsel 0 sudah 8 hari ini. “Alhamdulilah angka kematian 0, begitu juga dengan rumah lawan covid sudah 0, namun Rumah lawan covid akan tetap disiapkan untuk antisipasi kenaikan kasus,” jelasnya.

Penurunan level ini, ungkap Benyamin, bisa terjadi karena vaksinasi di Tangsel untuk tahap pertama sudah 75 persen dan tahap kedua 50 persen serta untuk lansia sudah melampaui target nasional.

“Dengan kondisi saat ini, kita tetap harus disiplin menerapkan protokol kesahatan,jangan lupa memakai masker, jangan abai dan lengah, karena pandemi masih ada,”ujarnya.

Guna mencegah penyebaran covid-19, Benyamin mengajak masyarakat yang belum divaksinasi untuk melakukan vaksinasi. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *