Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaOpiniPPDB yang Transparan, Adil dan Bijaksana

PPDB yang Transparan, Adil dan Bijaksana

Oleh: H Akhmad Jajuli, Serang, 21 Juli 2022 (22 Dzulhijjah 2022 1443 H)

Tangerang7.com – Saat mendaftar ke suatu SDN aturannya sangat jelas. diutamakan yg telah berusiar 7 (tujuh) tahun atau lebih. Namun, bila daya tampung masih memungkinkan maka diperbolehkan juga bagi calon murid yang telah berusia minimum 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2022—tahun saat mendaftar. Dasarnya adalah Permendikbud RI.

Begitupun saat masuk ke SMPN demikian transparan, adil dan bijaksana. Diutamakan bagi lulusan SD/MI yg telah berusia 15 tahun atau lebih. Apabila Daya Tampung masih memungkinkan maka siapapun lulusan SD/MI yg jarak rumahnya dekat ke sekolah dapat diterima. Mereka yg dari luar daerah juga dapat diterima sepanjang menunjukkan bukti Surat Pindah Kerja Orang Tua (ASN/TNI/Polri/BUMN/Swasta).

Saat masuk ke 91 SMKN di Provinsi Banten juga terlihat transparan, adil dan bijaksana. Calon murid wajib menyerahkan fotocopy Rapor SMP/MTs Semester I-V, Kartu Keluarga (KK), KIS/KIP/PKH/Keterangan Tidak Mampu (bagi mereka yg memang benar2 tidak mampu secara ekonomi), Surat Keterangan Penyandang Disabilitas serta wajib mengikuti Test Khusus berupa test kompetensi sesuai minat/program studi/jurusan yg dipilih oleh si Pendaftar.

Dalam hal kuota HAMPIR terpenuhi dan SKOR HASIL TESTING SAMA (draw, popog) maka berlaku ATURAN KHUSUS (pengecualian), yakni mendahulukan mereka yg rumahnya lebih dekat ke sekolah, atau yg tidak mampu secara ekonomi, atau penyandang disabilitas atau yg umurnya lebih tua.

PPDB SMAN Tahun 2022

Berbeda dengan tahapan dan proses PPDB di level SDN/SMPN/SMKN yang demikian relatif lancar dan tanpa gejolak, maka situasi dan kondisi berbeda terjadi pada PPDB SMAN di Provinsi Banten Tahun 2022 ini.

Potensi kisruh itu “dimulai” dari terbatasnya jumlah Unit SMAN di Banten (hanya 153 sekolah).Ssedangkan jumlah lulusan SMP saja mencapai 229.000 murid. Apabila ditambah dengan lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs), katakanlah 75.000 murid, maka ada sekitar 304.000 murid yg bersaing untuk memperoleh SMAN/SMKN dan Aliyah Negeri.

Daya tampung SMAN/SMKN di Banten tahun ini hanya 68.000 murid. Sedangkan daya tampung MAN Se-Banten paling2 pada kisaran 9.600 murid (dengan asumsi masing2 kabupaten/kota memiliki tiga MAN dan masing2 MAN menerima 10 Rombel dengan masing2 Rombel terdiri dari 40 murid).

Dengan demikian maka daya tampung SMAN/SMKN/MAN di Banten Tahun 2022 ini tidak lebih dari 77.600 murid (lulusan SMP/MTs). Dengan demikian pula maka ada 226.400 murid lulusan SLTP di Banten yang tidak dapat ditampung di SMAN/SMKN/MAN.

Penyebab “kisruh” kedua adalah belum adanya kesepahaman antara warga masyarakat (pendaftar) dengan pihak sekolah (panitia) PPDB yakni tentang “Rumus Masuk” SMAN melalui Jalur Zonasi (Jarak Rumah Calon Murid ke Sekolah), Jalur Afirmasi (bagi warga Miskin dan Keluarga Guru), Jalur Pindah Tugas Orang Tua Calon Murid serta Jalur Prestasi (Akademik dan Nonakademik).

Praktiknya, masih ada calon murid yg pindah domisili beberapa pekan, bahkan beberapa hari menjelang PPDB (dan diketahui lurah/kades setempat). Padahal aturannya perpindahan itu minimum SETAHUN terakhir sebelum PPDB. Bahkan ada calon murid yg tinggal dan SMP-nya nyata-nyata berada di luar kabupaten/kota namun diterima di SMAN tertentu melalui Jalur Zonasi.

Pada Jalur Afirmasi pihak Panitia PPDB bersikap “kaku”, yakni hanya menerima pendaftar yg bisa menunjukkan KIP (Kartu Indonesia Sehat), KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan Peserta PKH (Program Keluarga Harapan). Tidak mau/enggan menerimapPendaftar yg juga miskin yg tercantum dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos RI.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular