Tangerang7.com, Tangerang –  Dinas Kebudayaaan, Pariwisata dan Pertamanan (Disbudpar) Kota Tangerang  menyatakan, Makam Keramat Syekh Buyut Jenggot atau Tubagus Rajasuta bin Sultan Ageng Tirtayasa bukan merupakan cagar budaya.

Terungkap sebelumnya, setelah di penelitian oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang diketuai oleh Dr Junus Satrio Atmodjo saat memimpin Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya secara daring, pada Kamis 23 Oktober 2022.

Maka, melalui surat Nomor : 2294/F4/KB.09.01/2022 Direktorat Jenderal Kebudayaan memutuskan bahwa makam Mbah Buyut Jenggot yang berlokasi di areal pemakaman Kampung Sukasari Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas ini tidak direkomendasikan sebagai cagar budaya.

Hal ini juga ditegaskan Plt Kepala Disbudpar Kota Tangerang Mugiya Wardhani. Dia menjelsakan, ada beberapa alasan yang menjadi dasar tidak bisa ditetapkannya nakam Mbah Buyut Jenggot menjadi cagar budaya.

Antara lain, tidak dapat dibuktikan dengan valid untuk dinyatakan memenuhi kriteria Cagar Budaya dalam pasal 5 Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Yaitu berusia 50 tahun atau lebih, memiliki masa gaya paling singkat berusia 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, dan memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa,” jelas Mugi, Senin (31/10/2022).

Mugi berharap, semua pihak bisa menerima apa pun hasil keputusan dari Tim Ahli Cagar Budaya Nasional. “Apa pun yang menjadi keputusannya harus diterima semua pihak,” tandasnya. (Adv)