Tangerang7,com – Bercinta (jima’) merupakan satu beribadah yang dikhususkan pada orang yang sudah melalui tahap pernikahan. Bercinta dalam arti berkaitan intim memang yaitu satu diantara kepentingan biologis yang butuh dipenuhi oleh suami serta isteri.

Karena itu, ada banyak pesan Rasulullah SAW untuk sebagian istri saat melayani suami di tempat tidur.

1. Berikanlah nuansa kemesraan dengan penampilan.

Rasulullah SAW bersabda : “wanita yakni yang apabila engkau memandangnya akan membahagiakan dirimu, apabila engkau memerintahnya akan mentaatimu, jika engkau tidak ada di sebelahnya ia akan membuat perlindungan hartamu dan dirinya.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, kecantikan serta kerapian istri demikian disukai suami. Jadi ketika akan melaksanakan ibadah di kamar, bersoleklah sebaik-baik penampilan yang disukai suami serta diridhai Allah SWT. Karena itu akan berikan nuansa kemesraan saat berjima’.

2. Menakjubkan setiap waktu dilihat.

Rasulullah SAW bersabda : “Istri yang terbaik yaitu istri yang mempesonakanmu setiap waktu kau pandang…” (HR. An-Nasai).

Kecuali membuat perlindungan penampilan, seseorang istri juga seyogyanya berusaha untuk terlihat mengagumkan saat akan berjima’, misalnya dengan tersenyum mesra. Hal itu tentu akan melimpahkan pahala yang demikian besar.

3. Penuhi ajakan suami dengan selekasnya.

Rasulullah SAW bersabda : “Bilamana seorang suami mengajak istrinya (berkaitan seksual), jadi penuhilah dengan selekasnya walau istri tengah ribet di dapur! ” (HR. Tirmidzi serta Ibnu Hibban).

Keinginan seksual memang satu kepentingan biologis yg tidak bisa dipending pemenuhannya (untuk suami-istri). Oleh karena itu Allah SWT membuat makhluk-Nya serba berpasang-pasangat dengan satu di antara alasannya yakni agar manusia dapat dengan halal menyalurkan hasrat seksual pada pasangan halalnya.

Istri yg tidak penuhi keinginan suami dengan selekasnya, jadi siksa di akhirat begitu pedih buat dia. Dan tidak dapat dipungkiri lagi bila hal tersebutlah yang dimaksud satu di antara segi ketidak harmonisan dalam rumah tangga.

4. Dilarang bersetubuh waktu haidh serta nifas.

Seperti telah kita ketahui, bahwasannya wanita yang tengah haid dan nifas tidak dapat disetubuh1. Juga perlu di ingat bila bersetubuh melalui dubur itu tidak diperbolehkan dalam agama. Jadi, seseorang istri baiknya mengingatkan hal semacam itu pada suami.

“Rasulullah SAW bersabda : “…. Jadi setubuhilah istrimu sesuka hatimu, dari depan serta dari belakang! Tetapi jangan sampai melalui dubur serta jangan sampai waktu (istrimu) tengah haid”. (HR. Tirmidzi).

5. Dilarang memandangi alat kelamin suami.

Saat sedang bercinta, jangan pernah seseorang istri saksikan kemaluan suami, begitu juga demikian sebaliknya walaupun hal itu di makruhkan.

Rasulullah SAW bersabda : “Tatkala salah seseorang di antara kalian bersetubuh dengan istri atau budak wanitanya, jadi jangan pernah memandangi alat kelaminnya! Karena yang demikian itu bisa mengakibatkan kebutaan”. (HR. Baihaqi).

6. Dilarang pikirkan tubuh lelaki lain.

Satu keharusan untuk suami dan istri saat bersetubuh, dilarang pikirkan muka orang lain karena di khawatirkan terjadinya talak dzihar.

Allah SWT berfirman : “Orang-orang yang beranggapan istrinya sebagai ibunya di antara kalian (walau sebenarnya jelaslah) bila istri tidaklah ibu mereka! Ibu mereka tidak ada lain yakni wanita yang melahirkan mereka. Sesungguhnya mereka itu benar-benar menyampaikan pengucapan mungkar lagi dusta”. (QS. Al-Mujadilah ayat 2).

7. Pintar mengatur kenyamanan tempat tidur.

Seperti pesan Rasulullah pada putrinya, Siti Fatimah : “Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untk berbaring atau mengatur rumah untuk suaminya dengan baik hati, berserulah sebagian malaikat buat dia. Teruskanlah amalmu, jadi Allah SWT telah mengampunimu dari dosa waktu itu dan mendatang”.

Karena, alas tidur yaitu segi paling utama untuk mewujudkan kemesraan serta kesenangan seksuall. Jadi aturlah tempat tidur terlebih dulu istri melayani suami, karena yang demikian itu begitu besar pahalanya.

8. Merahasiakan permasalahan ranjang pada orang lain.

Seseorang istri yang shalihah pastinya akan melindungi rahasia dengan suaminya saat berjima’ karena yang demikian itu yaitu satu diantara usaha tutup aibnya.

Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya sehina-hina derajat manusia di segi Allah nanti pada hari kiamat yaitu suami yang menyetubuhi istrinya dan istripun sukai melayani persetubuhannya, lalu satu diantara di antara keduanya buka rahasia persetubuhan itu pada orang lain”. (HR. Muslim).

9. Tahu etika bersetubuh.

Dengan mengerti norma bersetubuh yang baik, dari sisi kesehatan serta agama tentunya akan menghasilkan kesenangan serta melahirkan generasi-generasi yang shalih serta shalihah. [ss]