Tatap Fornas VI, Portina dan KORMI Banten Rapatkan Barisan

  • Whatsapp
Depan Kiri ke Kanan: Ketua Portina Banten Yahya Madjid, Sekjend Portina Pusat Astiar Bachtiar, Sekretaris KORMI Banten Jasmara Bahar poto bersama dengan Ketua Portina kabupaten dan kota se-Banten.

Tangerang7.com, Serang – Meski Fornas (Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional) VI baru akan digelar awal Juli tahun depan, namun event ini sudah menjadi pembicaraan hangat di setiap kegiatan KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) di Nusantara.

Begitu juga di lingkungan KORMI Banten, Fornas VI Tahun 2022 menjadi salah satu fokus utama yang mulai ditatap sejak tahun 2021 ini.

Bacaan Lainnya

Dari beberapa kegiatan yang digelar KORMI Banten, Fornas VI sudah menjadi tema menarik, termasuk dalam Rapat Koordinasi Portina (Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia) yang digelar di Rumah Makan Saung Edi, Kota Serang, Selasa (23/11/2021).

Dalam Rakor tersebut dihadiri seluruh ketua Portina Kabupaten dan Kota se-Banten. Juga hadir Sekretaris KORMI Banten Jasmara Bahar, Sekjen Portina Pusat Asdiar Bachtiar, Kabid Pemberdayaan Olahraga Dispora Banten Drs Junaedi, dan para pengurus Portina Banten.

Peserta Rapat Koordinasi Portina (Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia), Rumah Makan Saung Edi, Kota Serang, Selasa (23/11/2021).

Ketua Portina Banten, Yahya Madjid mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka menyatukan visi agar Portina Banten bisa berbicara banyak di ajang Fornas VI Sumatera Selatan. Karenanya, semua Portina kabupaten/kota harus memberikan kontribusi nyata dipersiapan menuju Fornas.

“Bila tak ada perubahan, ada 10 katagori atau jenis olahraga tradisional yang akan dipertandingkan dalam Fornas tahun depan. Ke-10 jenis ini semuanya sifatnya lomba, yakni panitia akan mengeluarkan predikat juara untuk setiap jenis katagori. Misalnya egrang, nanti akan ada juara 1, 2 dan 3. Begitu juga untuk jenis lainnya seperti ketapel, sumpit, terompah panjang, dan lain-lainnya,” papar Yahya.

Selain itu, kata Yahya, Portina juga akan mengeksebishikan 3 jenis olahraga lainnya. Untuk eksebishi panitia tidak mengeluarkan predikat juara.

Sementara soal kesiapan atlet, Yahya melihat apa yang dimiliki Banten untuk cabor tradisional terbilang cukup. Jumlah atlet yang siap berlaga sudah tersedia dan tersebar di beberapa kabupaten dan kota.

“Tinggal bagaimana Pemerintah Provinsi Banten dan KORMI Banten mensupport dari sisi pendanaan. Karena untuk berangkat ke Palembang, pasti butuh dana yang cukup besar,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KORMI Banten, Jasmara Bahar berharap Portina bisa menyumbang sedikitnya 5 atau 6 “medali” di Fornas VI nanti. Target ini dinilai cukup realistis dengan kiprah pegiat-pegiat (atlet-red) olahraga tradisional Banten selama ini.

Mantan redaktur olahraga dan direktur salah satu media Jawa Pos Group yang akrab disapa Anjas ini juga menyoroti kemungkinan-kemungkinan di Fornas VI Tahun 2022 sesuai dengan kondisi saat ini.

Menurut dia, untuk mencapai hasil maksimal memang membutuhkan dukungan pendanaan yang cukup. Dengan target memberangkat sekitar 200 personel, dibutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar. Ini belum termasuk dana persiapan seperti seleksi dan Pelatda (Pemusatan Latihan Daerah).

“Karena menurut saya agak mustahil kita targetkan juara umum atau minimal 4 besar tanpa ada Pelatda. Karena Pelatda itu sangat penting dalam persiapan event kejuaraan besar,” cetus Anjas yang juga mantan pengurus KONI Kabupaten Serang ini.

Hingga kini, informasi yang diterima dari Dispora Banten bahwa dana yang akan dialokasikan untuk Fornas VI dikisaran Rp 1,5 hingga 1,7 miliar. Di mana angka ini hanya untuk kegiatan di Palembang, seperti untuk tiket pesawat, makan atlet, transportasi lokal, uniform, hotel, uang saku, dan beberapa kebutuhan lainnya.

Peseta Rakor.

Sementara untuk seleksi dan Pelatda, hingga kini pihaknya belum mendapat kepastian apakah bisa dilakukan atau tidak. Padahal, bila bisa terealisasi, seleksi harus dilakukan mulai Februari hingga Maret 2022, dan Pelatda dilakukan mulai April hingga Juni 2022.

“Dana Fornas VI tahun 2022 tidak berada di rekening KORMI Banten, tapi berada dalam kegiatan Dispora Banten. Ini karena ada mis-komunikasi dalam penginputan dana hibah melalui e-hibah Tahun 2022 bulan Mei lalu,” jelas Anjas yang sempat menjadi Manager Perserang Junior Tahun 2004.

Di lain pihak, Junaedi juga berjanji akan berusaha maksimal agar di Fornas VI, Dispora bisa meberikan yang terbaik dari sisi dukungan dana. Pihaknya masih terus berupaya agar Banten bisa berangkat secara maksimal. Meski dia juga meminta maklum dengan kondisi keuangan yang ada. (**/adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *