Tangerang7.com, Tangerang – Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menambah 20 sumur resapan dan 50 biopori super jumbo, untuk mencegah terjadinya banjir. Pembangunan sumur resapan dan biopori tersebut akan diprioritaskan di titik-titik rawan mengalami banjir.
“Pembangunan ini akan menggunakan skala prioritas, di mana akan dilakukan pembangunan terlebih dahulu di wilayah atau titik-titik yang memang rawan mengalami banjir di Kota Tangerang,” ungkap Kepala DLH Tihar Sopian.
Ia melanjutkan, metode-metode yang digunakan dalam pembangunan sumur resapan belum ada perubahan dari sebelumnya, yaitu terdiri dari biopori, sumur injeksi, dan kolam retensi.
“Metode yang digunakan masih sama yaitu ada biopori yang terdiri dari biopori mini, biopori jumbo dan super jumbo. Biopori ini kedalamannya mencapai hingga satu meter. Lalu, sumur injeksi kedalamannya hingga 40 meter dan kolam retensi yang akan menampung debit air tergantung dengan lokasi existing yang akan kami bangun baik dari lebar, panjang, dan kedalamannya,” lanjutnya.
Dengan dibangunnya sumur resapan ini, dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi genangan hingga banjir yang ada di Kota Tangerang, dan air yang sudah dikonservasi dapat bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami dan harapan kita bersama, air yang datang ketika hujan turun dapat menjadi berkah. Air yang sudah masuk ke perut bumi, dapat menjadi konservasi dan bermanfaat bagi kita semua dengan bonus tidak terjadi genangan dan mudah-mudahan di tahun ini tidak terjadi banjir di Kota Tangerang,” tandasnya. (kam)