Tangerang7.com, Setu – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan pembinaan bagi ketua RT/RW. Setelah Kelurahan Babakan, dan Bakti Jaya, kali ini pembinaan dilakukan untuk ketua RT/RW se-Kelurahan Rengas, Ciputat Timur dan Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu pada Jumat (04/11/2022).

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan selama dua tahun didera pandemi Covid-19, banyak program-program pembangunan yang belum terlaksana. Karena pada saat itu, fokus bagaimana sektor kesehatan dan warga dapat melewat fase pandemi tersebut.

Untuk itu, kata Benyamin, saat ini dibutuhkan sinergi, kolaborasi dan kerja sama, termasuk dengan ketua RT/RW dalam mengejar proses pembangunan pasca pandemi Covid-19.

“Kita harus mengejar ketertinggalan pembangunan kemarin, diutamakan yang tertentu-tertentu dulu,” ujarnya

Di bidang pendidikan, tahun 2022 Pemkot Tangsel mengadakan beasiswa bagi 2.500 untuk anak-anak yang berprestasi. dan target di tahun 2023 direncanakan ada tambahan menjadi 5.000 beasiswa bagi anak-anak-anak yang berprestasi.

Baca Juga : Wali Kota Tangsel : Ketua RT dan RW Harus Jadi Jembatan Bagi Masyarakat dan Pemerintah

Selain itu, di bidang kesehatan Pemkot Tangsel sudah mempunyai 35 puskesmas, dan mempunyai program Ngider Sehat yang akan membantu masyarakat untuk memeriksa kesehatannya.

“Mimpi saya 1 RW 1 petugas Ngider Sehat. Timnya ini muter saja untuk memeriksakan kesehatan masyarakat sebelum masyarakat sakit,” ucap Benyamin.

“Jadi, ngider sehat ini adalah salah satu program terobosan di bidang kesehatan yang tidak ada di kabupaten kota lain, hanya di Tangerang Selatan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Benyamin ingin masyarakat juga memperhatikan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Di mana Ketua RT dan RW harus aktif bersama kader Jumantik dalam memastikan kebersihan lingkungan.

“Ini harus diperhatikan, ketua RT/RW harus ingatkan warga nya cek, jangan ada genangan-genangan air, titik di mana jentik nyamuk berada,” kata Benyamin.

Benyamin yakin di bawah naungan RT maupun RW bersinergi dengan adanya tim jumantik, kader posyandu, kader kesehatan, PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), karang taruna dan lain sebagainya untuk menjaga tingkat angka harapan hidup masyarakat di level terbawah. (Adv)