Tangerang7.com, Jakarta – Seiring menurunnya kasus covid-19 di Ibukota serta dibukanya kembali aktivitas perdagangan, penjualan kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menggeliat.
Pedagang kurma di Blok C dan F mengaku adanya peningkatan omzet penjualan yang cukup signifikan. Buah kurma menjadi sajian favorit masyarakat saat berbuka dan sahur.
Andi Dermawan (35), pedagang kurma di Blok F mengatakan, hingga masuk hari ke-11 Ramadan ini, omzet penjualannya mengalami peningkatan hampir 70 persen dibanding tahun lalu. Meskipun penjualan belum dapat mencapai 100 persen sebelum pandemi, pemilik Toko Kurma Makkah ini yakin akan terjadi peningkatan secara perlahan setelah musim haji dan umrah dibuka kembali. Saat ini omzet per harinya, bisa mencapai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.
Andi menerangkan, untuk harga kurma saat ini mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 300 ribu per kilogram. Harga ini mengalami kenaikan 10 persen atau sekitar Rp 5.000 per kilogram dibanding sebelum pandemi.
“Kita menyesuaikan pengiriman dari luar negeri. Kurma kita resmi semua impor dari Arab dan Madinah serta ada beberapa PT yang terdaftar di Indonesia,” ujarnya.
Adapun kurma yang banyak dicari pembeli saat ini, antara lain kurma Azwa, Mesir, Tunisia, dan Sukari dan lainnya.
Geliat penjualan kurma juga dirasakan Karni, pedagang di Blok C.Dia mengaku, sejak awal Ramadan pembeli sudah ramai. Bukan hanya dari Jakarta, tapi juga ada yang dari luar kota. (rls)












