Tangerang7.com, Tigaraksa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menghentikan sementara pendistribusian atau penjualan obat cair/sirup di seluruh jejaring fasilitas kesehatan (faskes), seperti puskesmas, RSUD dan apotek di seiring munculnya kasus gangguan ginjal akut pada anak.

“Dinkes Kabupaten Tangerang sudah buat surat edaran, kemudian menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk menghentikan sementara penjualan obat bentuk cair atau sirup,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Tangerang dr Muhammad Faridzi Fikri.

Kebijakan penghentian sementara penjualan obat sirup itu berlaku sejak awal adanya instruksi dari Kemenkes RI, meski saat ini surat edaran (SE) dari pihaknya belum diterima oleh penyedia jasa obat atau kesehatan setempat.

“Tapi secara lisan sudah disampaikan dan berlaku sejak ditetapkan Kemenkes, sebenarnya dari Kemenkes itu juga sudah direct juga ke selurh Indonesia,” ujarnya.

Di wilayah Kabupaten Tangerang, kasus ginjal akut telah banyak ditangani. Namun, Dinas Kesehatan setempat belum bisa memastikan asal mula penyebab penyakit yang menyerang anak balita tersebut.

“Ini kan sedang ditelusuri, data pasti kita belum bisa diberikan. Karena kita harus mengonfirmasi ke RS. Kemudian untuk kelompok rentan terkena ginjal akut di bawah lima tahun atau balita,” ungkapnya.(kam)