Nuraeni Targetkan Kabupaten dan Kota Miliki Sentra Olahraga Masyarakat

  • Whatsapp
Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Banten, Hj Nuraeni.

Tangerang7.com, Serang – Ketua KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Banten, Hj Nuraeni, membuat program yang cukup cemerlang. Di bawah kepemimpinannya, KORMI Banten menargetkan di setiap kabupaten dan kota di Banten, harus memiliki sentra olahraga masyarakat atau sentra olahraga rekreasi.

Sentra olahraga masyarakat ini bisa dipusatkan di sebuah kampung, desa atau kelurahan, atau bisa juga di sekolah khususnya lembaga pendidikan swasta.

Bacaan Lainnya

“Kalau sekolah swasta itu punya otoritas mandiri, sehingga kita bekerjasamanya bisa cepat dan tidak berbelit-belit. Karena kita ambil contoh di Kabupaten Tangerang, saat bekerjasama dengan lembaga pendidikan swasta, itu langsung bisa berjalan dan terealisasi,” ujar Nuraeni, Rabu (24/11/2021).

Untuk sentra-sentra ini, bisa berfokus pada Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB), Olahraga Petualangan dan Tantangan (OPT), bisa juga Olahraga Kesehatan dan Kebugaran (OKK).

Intinya, sentra ini berfokus pada olahraga yang berhimpun di KORMI. Diketahui, induk cabang olahraga yang berhimpun di KORMI dibagi menjadi 3, yakni olahraga tradisional dan kreasi budaya (OTKB), olahraga petualangan dan tantangan (OPT), dan olahraga kesehatan dan kebugaran (OKK).

Untuk mewujudkan program 5 tahunan ini, KORMI Banten akan mengajak KORMI kabupaten dan kota yang ada di Banten. Dan akan disesuaikan dengan potensi yang ada di masing-masing daerah.

“KORMI Banten pun bisa bekerjasama secara langsung dengan desa-desa atau kelurahan-kelurahan yang ada. Atau dengan yayasan-yayasan pendidikan di Banten. Insha Allah, Tahun 2022 bisa kita wujudkan secara perlahan,” kata Nuraeni yang juga Anggota DPR-RI ini.

“Program ini akan kita ajukan di Tahun 2022 ke Pemprov Banten. Saya yakin akan didukung oleh Pemprov, karena menurut kami program ini sangat bagus dan realistis. Bukan saja menyentuh masyarakat secara langsung, tapi juga untuk menjaga “kekayaan” Banten,” ujarnya melanjutkan..

Nurani menilai, dengan adanya sentra-sentra olahraga masyarakat tersebut, bukan saja akan lebih cepat mengenalkan KORMI di masyarakat, tapi bisa lebih cepat membuat masyarakat Banten sehat dan bugar, serta bisa menjaga budaya-budaya dan olahraga tradisional asli Banten.

Saat ini, kata Nuraeni, yang sudah melakukan sentra olahraga rekreasi KORMI Banten ada di KORMI Kabupaten Tangerang. KORMI Kabupaten Tangerang, dua tahun silam sudah melakukan sentra olahraga tradisional di lembaga pendidikan, yakni dengan Yayasan Darussalam di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

“Bahkan hari Kamis (25/11/2021) besok, juga dilakukan launching sentra olahraga tradisional di Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa,” jelasnya.

Pihaknya juga akan mengajak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten untuk bersama-sama mewujudkan program ini. Karena ada beberapa cabang olahraga di KORMI, nantinya bisa saling support dengan Dinas Pariwisata. Misalnya Cabang Olahraga Off-Road atau Indonesia Off-Road Federation/IOF sangat erat kaitannya dengan dunia wisata.

“Untuk panitia teknisnya kita bisa bekerjasama dengan komunitas off-road apakah mobil atau motor trail yang ada di Banten. Kami yakin ini akan mendatangkan wisatawan dengan jumlah banyak,” papar Nuraeni.

Menurut Nuraeni, cabang olahraga tradisional juga bisa menjadi suplemen tambahan bagi wisatawan, terutama turis asing, saat berkunjung ke Banten.

“Misalnya di sela-sela kunjungan ke Banten Lama, Anyer atau Tanjung Lesung, para turis kita ajak bermain olahraga egrang, terompah panjang, hadang, sumpit, ketapel, atau lari balok,” tutupnya. (**/adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *