Jadi Program Prioritas, FORMI Kabupaten Tangerang Gencar Sosialisasi Ortrad dan Tambah Sentra Olahraga Tradisional

Tangerang7
Foto bersama usai peresmian Kampung Sentra Ortrad.

Tangerang7.com,Tigaraksa – Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Tangerang gencar melakukan sosialisasi olahraga tradisional. Sosialisasi olahraga tradisional (Ortrad) ini menjadi salah satu program prioritas FORMI atau KORMI Kabupaten Tangerang selama tahun kerja 2021.

Melanjutkan program pengenalan Ortrad tahun 2020 lalu, FORMI Kabupaten Tangerang masih memfokuskan pengenalan dan pemahaman di sekolah-sekolah. Bahkan sejak pertengahan tahun 2021 lalu, ada puluhan lembaga pendidikan dikunjungi Ketua FORMI Kabupaten Tangerang H Dedi Sutardi beserta jajaran.

“Untuk saat ini, kita masih memiliki program prioritas, yakni membawa olahraga tradisional ke sekolah-sekolah. Jadi, target kami bukan hanya mengenalkan olahraga tradisional, tapi bagaimana agar anak-anak kita yang ada di lembaga pendidikan bisa mencintai olahraga asli Indonesia ini,” papar Dedi.

Sosialisasi FORMI Kabupaten Tangerang Tahun 2021 ke sekolah-sekolah.

Untuk tahun ini lebih dari 20 lokasi dikunjungi tim FORMI Kabupaten Tangerang yang tersebar di berbagai kecamatan. Data yang didapat tangerang7.com, lokasi tersebut antara lain: SMK Jaya Buana Kresek, MTs Riyadlul Jannah Kresek, SD IT Permata Bunda Kresek,  Ponpes Riyadlul Jannah Kresek, SMPI Al Azhar Pakuhaji, Lingkup RT 001/003 Kel. Pakuhaji, SMK Dharma Bhakti Ady Solear, SDN Cikareo 1 Solear, SDN Caringin 3 Cisoka, SMK Yapisda Cisoka, SMK Al Hikmah Curug, dan SMP Mandiri Panongan.

Sosialisasi FORMI Kabupaten Tangerang Tahun 2021 ke sekolah-sekolah.

Juga lokasi lainnya yang di SMPN 1 Kemiri, SMAN 26 Kabupaten Tangerang, SMP Yuppentek 1, SMPN 1 Legok, SMAN 15 Kab Tangerang, SMKN 8 Kab. Tangerang, SMAN 8 Kab Tangerang, SMP Dirgantara, SMA Dirgantara, SMPN 1 Teluk Naga, SMKN 10 Kab Tangerang, dan Sanggar Tria Bugar, serta Warga di RT 02/03 Desa Karet.

“Alhamdulillah, sambutan sekolah-sekolah sangat bagus. Karena menurut saya, sosialisasi ke sekolah ini bukan semata mengenalkan olahraga tradisional seperti egrang, terompah panjang, sumpit atau lari balok. Tapi ada nilai positif yang lebih besar dari itu, yakni ada upaya kita membendung sisi negative gadget terhadap anak-anak kita. Sisi negative kecanduan gadget anak-anak saat ini misalnya menjadi malas bergerak, bahkan yang lebih parah adalah anak usia dini saat ini sudah mengenal situs-situs orang dewasa akibat terlalu cinta terhadap gadget-nya,” jelas Dedi.

“Ini sangat berbahaya kalau tidak kita bendung. Nah, salah satu cara dan upaya FORMI Kabupaten Tangerang adalah dengan mengajak anak-anak kita untuk lebih mencintai olahraga tradisional. Bukan saja bisa menjadi sehat, tapi bisa bersosialisasi dan berbudaya,” ujar Dedi melanjutkan..

Pengenalan Ortrad ke lembaga pendidikan, kata Dedi, juga dalam upaya pencarian bibit-bibit atlet olahraga masyarakat. Untuk itu, FORMI Kabupaten Tangerang selalu menurunkan tim khusus ke setiap lokasi sosialisasi. Sebagai tindak lanjut dari pengenalan ini, FORMI Kabupaten Tangerang juga menggelar invitasi ortrad antar-sekolah yang dilaksanakan di Tigaraksa, medio November 2021.

“Setelah kita turun ke sekolah-sekolah, kita lakukan seleksi langsung dalam kegiatan kejuaraan atau invitasi Ortrad. Dan pesertanya di luar dugaan, sempat membludak. Kalau tidak kita batasi, bisa mencapai ribuan peserta yang hadir,” unggah Dedi.

Ketua FORMI Kabupaten Tangerang H Dedi Sutardi memberikan sambutan saat seremoni pembentukan sentra kampung ortrad di Desa Sodong, Tigaraksa.

SENTRA ORTRAD

Salah satu upaya nyata FORMI Kabupaten Tangerang dalam “membumi” kan ortrad di kabupaten yang dinakhodai Zaki Iskandar ini, juga dilakukan penambahan sentra atau pemusatan olahraga tradisional.

Tahun ini, pemusatan ortrad dipercayakan ke Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa. Menandai sentra kampung ortrad ini, Dedi melakukan seremoni secara resmi yang dipusatkan di Kantor Desa Sodong, November 2021 lalu.

Dalam acara itu, diserahkan juga bantuan peralatan olahraga tradisional seperti egrang, sumpit, ketapel, dan terompah panjang. Hadir dalam kegitan tersebut, selain Kepala Desa Sodong Bambang Doni, juga hadir Sekretaris Kecamatan Tigaraksa Hendarto.

“Melahirkan kampung-kampung olahraga tradisional juga salah satu prioritas dan program kerja saya dan kawan-kawan untuk 4 tahun ke depan. Dalam periode pertama kepemimpinan saya di FORMI, kami melahirkan sentra ortrad di lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Panongan. Periode kedua yang sekarang, kita coba lakukan pembentukan sentra di desa-desa,” ungkap Dedi.

Menurutnya, lahirnya sentra baru di Kabupaten Tangerang ini, menjadi selaras dengan program kerja dan arahan Ketua KORMI Provinsi Banten Hj Nuraeni. Yakni, berencana membentuk sentra-sentra olahraga masyarakat atau olahraga rekreasi di setiap kabupaten dan kota di Banten.

Kepala Sekretariat FORMI Budi Marwanto menyerahkan sumpit.

Setelah dilakukan pencanangan secara resmi, selanjutnya kata Dedi, FORMI Kabupaten Tangerang akan melakukan pembinaan secara bertahap terhadap warga yang ada di sekitar Desa Sodong.

“Tantangannya pasti akan lebih berat dibandingan dengan di lembaga pendidikan. Kalau di lembaga pendidikan skup-nya kecil dan pegiat-pegiat olahraganya juga sudah siap. Nah kalau di desa, skup-nya lebih besar,” kata Dedi yang juga anggota DPRD Provinsi Banten ini seraya menjanjikan dia dan kawan kawan akan berusaha maksimal agar sentra Ortrad di Desa Sodong dapat menjadi pilot-project untuk sentra-sentra ortrad lainnya. (**/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *