Tangerang7.com, Serpong – Perkembangan Kota Tangsel yang semakin cepat, diperlukan konsep maupun master plan dalam penanganan lalu lintas maupun persoalan perhubungan.

“Untuk itu kita di sini semua berkumpul. Kalau melihat perspektif ini, maka keterlibatan kita jelas, silakan masing-masing sesuai dengan kewenangannya mau ngambil peran di mana,” ucap Benyamin saat membuka kegiatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Tangsel, di Soll Marina Hotel Serpong, Selasa (22/11/2023).

Dijelaskan Benyamin, peranan Dinas Perhubungan sebagai ujung tombak pemerintahan mempunyai tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan perhubungan di Kota Tangsel. Untuk itu harus dilakukan kolaborasi, komunikasi terhadap sektor-sektor yang punya keterkaitan dengan persoalan perhubungan maupun jalan.

“Memang problematiknya di dalam Tangsel ini kan ada urusan jalan provinsi, ada jalan nasional. Mari kita coba urai seluruh persoalan perhubungan,” kata dia.

Menurutnya, persolan yang ada di Tangsel merupakan tantangan bagi seluruh elemen pemerintahan untuk saling bahu membahu menyelesaikan persoalan yang ada. Dengan tatanan konsep yang teratur berdasarkan kajian dan studi kelayakan akan memberikan pelayanan publik yang optimal.

“Misal pertambahan penduduk di Tangsel. Dengan adanya jalan tol yang baru, Serpong Cinere Bandara, belum lagi Balajara Serpong dan seterusnya, ini jadi menambah traffic kita semakin tinggi dan menambah kendaraan pribadi,” paparnya.

Untuk itu, diperlukan langkah strategis baik jangka pendek, maupun jangka panjangnya.

“Ikuti RPJMD nya, jadi saya minta ada master plannya untuk soal lalu lintas, perhubungan, untuk jangka waktu yang lama,” pintanya.

“Saya berharap forum lalu lintas ini menghasilkan perspektif mewakili pemerintah kota, ada kebijakan yang nanti bisa dilahirkan,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Chaerudin, mengatakan kegiatan ini untuk mengakomodir maupun menginvetarisir untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada dalam kaitannya dengan lalu lintas dan perhubungan. Dengan tujuan untuk kepentingan keselamatan berkendara di Tangsel.

“Diperlukan strategi dan langkah-langkah yang cepat dan tepat untuk pengaturan lalu lintas secara optimal. Melalui Dishub sebagai wadah evaluasi periodik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Dengan tujuan peningkatan pelayanan lalu lintas,” katanya. (r)