Tangerang7.com, Kota Tangerang – Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Haris Muhammadun mulai melirik transportasi di Kota Tangerang.
Haris yang juga mencalonkan diri sebagai calon wakil walikota Tangerang ini, Jumat (21/06/2024), melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang dan diterima langsung oleh Pj Walikota Tangerang, Nurdin.
Agenda ini adalah dalam rangka mensosialisasikan Undang Undang Kewenangan Khusus Daerah Jakarta (DKJ) bidang transportasi perhubungan kepada mitra daerahnya agar bisa dimanfaatkan.
Haris dkk diterima Pj Walikota di Ruang Rapat Walikota di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Adapun agenda yang disampaikan haris kepada Pj Walikota Tangerang adalah terkait kewenangan khusus DKJ yang kini bisa melakukan subsidi layanan langsung angkutan umum massal ke daerah mitranya yaitu Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor.
Usai pertemuan, Haris menginformasikan kepada awak media bahwa agenda yang dibawanya akan diambil oleh Pj Walikota Tangerang sembari nunggu koordinasi.
Dalam mensosialisasikan UU DKJ ini Kota Tangerang adalah daerah pertama yang dikunjungi Tim DTKJ dan Haris berharap agar kewenangan khusus dibidang perhubungan bisa dimanfaatkan oleh mitra daerahnya, terutama Kota Tangerang.
“Tujuannya agar masyarakat Kota Tangerang mendapat dan menikmati layanan yang sama dengan trans Jakarta dan juga dapat menikmati layanan yang sama seperti di Jakarta,” ujar Haji Haris, sapaan akrab Haris Muhammadun.
Dalam pandangan Haris yang juga warga Taman Royal, Kota Tangerang ini, salah satu syarat ciri khas kota global itu adalah salah satunya kota yang terkoneksi intra maupun intercity.
Dan contoh salah satu konektivitas fisik antara Tangerang dan Jakarta yaitu adalah jalan.
“Kita kan punya Kali Mookervart yang bisa terhubung langsung dari Tangerang ke Jakarta, itu yang pertama. Dan yang kedua, adalah rencana Jalan Benteng Betawi itu kan seharusnya terus sampai Jakarta, ini kan bisa disinergikan kembali dengan Undang Undang DKJ ini, termasuk yang dari Kelurahan Gondrong ke Semanan itu kan perlu integrasi secara fisik terubung dengan Jakarta,” terang Haris.
Dengan tersambungnya berbagai konektivitas transportasi Kota Tangerang dan Jakarta, diyakini Haris akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang.
“Warga Kota Tangerang ini sangat banyak yang bekerja di Jakarta, dan mayoritas pulang pergi. Dengan banyaknya konektivitas khususnya perhubungan atau transportasi, akan berdampak pada biaya transportasi para pekerja di Jakarta sementara tinggalnya di sini (Kota Tangerang),” Haris.
Menurut Haris, apa yang ia pikirkan dan akan lakukan terhadap bidang tranportasi di Kota Tangerang, bukan saja karena itu keahliannya tapi lebih kepada kecintaannya terhadap Kota Tangerang.
“Saya ini kan warga Kota Tangerang, jadi merasa terpanggil untuk membenahi kota kita ini. Salah satunya di bidang transportasi atau perhubungan lainnya,” Haris. (Didi)











