oleh

Wisata Lokal Berkelanjutan Perlu Program Kreatif

TANGERANG – Tahun 2019, sektor pariwisata diharapkan menjadi penghasil devisa terbesar, Bahkan optimis bisa melampaui sektor migas, batubara dan minyak sawit. Sektor ini menjadi harapan stimulus pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama bagi pemerintah daerah. Untuk itu, parawisata lokal layak diberi ruang dan iklim usaha yang mendukung.

Pemerintah daerah pun kini harus realistis, karena anggaran pemerintah pusat secara temporer alias alokasinya dikurangi. Sehingga stimulus pertumbuhan ekonomi daerah, hanya ditopang  investasi dan konsumsi rumahtangga setempat. Sedangkan pilar ketiga, belanja pemerintah daerah, disinyalir berkurang signifikan. Walau masih optimis, di tengah konsumsi stagnan karena turunnya daya beli, membaiknya perlindungan sosial dan peningkatan masyarakat kelas menengah, masih menjadi harapan.

Lalu, jika dijadikan motor pertumbuhan, bagaimana peluang dan tantangan parawisata lokal saat ini? Apa yang perlu dicermati?

Sasaran pembangunan pariwisata bukan sekadar mengejar pertumbuhannya saja. Tetapi harus mencakup pengembangan dari sisi sosial, yaitu peningkatan peran usaha lokal dan kualitas tenaga kerja lokal pariwisata. Usaha rakyat yang tersebar sebagai pelengkap ini ditengarai memiliki daya saing rendah.

Efektifitas dan efisiensi belum menjadi prinsip utama. Saat ini, produk wisata lokal hanya mengandalkan keunikannya saja. Misalnya, produk wisata lokal bidang budaya seperti feisyen, kerajinan, hingga kuliner. Ketiga produk wisata lokal ini tercatat sebagai kontributor terbesar sektor pariwisata. Maka, fokus pengembangan perluasan usaha  ketiganya harus memanfaatkan prinsip era ekonomi generasi keempat.

Era yang mengintensifkan informasi dan kreativitas, serta mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai pebisnis maupun tenaga kerja lokal yang berkualitas.

Badan Pusat Statistik (BPS, 2017), pariwisata menyerap tenaga kerja terbesar ke-4, sebesar 10,7 persen atau 11,8 juta orang. Kendati makin berkembang, namun masih ada hambatan. Minimnya sistem informasi dan basis data yang terintegrasi. Hal ini menjadi tantangan pemangku kepentingan lainnya. Misalnya, kaitan produksi dengan aplikasi teknologi tertentu dengan sektor-sektor lainnya.

Akses bagi mitra bisnis penyedia pendanaan, investasi dan keuangan serta sistem pembayaran. Kerjasama antar lembaga di daerah, swasta, akademik dan asosiasi serta pelaku bisnis mutlak diperlukan. Terutama data yang menggambarkan ekosistem bisnis secara lengkap, yang mendukung keputusan bisnis. Perlunya perbaikan iklim usaha, peningkatan sumberdaya dan investasi, perluasan, kapasitas bisnis, kualitas tenaga kerja, serta pemantapan citra wisata khas daerah.

Tantangan kritisnya adalah tingkat kecakapan orang dewasa sebagai pelaku bisnis dan tenaga kerja pariwisata lokal yang masih memprihatinkan. Seperti umumnya isu serupa di negara berkembang yaitu rendahnya literasi pengetahuan dasar, numerasi dan kemampuan pemecahan masalah pada semua kategori umur. Padahal faktor-faktor ini merupakan modal dasar mengembangkan kreatifitas, yang harus dimiliki dalam pengembangan ekonomi lokal.

Agar rendahnya modal dasar ini, tidak lantas menjadi anomali pada saat yang bersamaan terjadi benturan. Kreatifitas yang rendah, ditengarai akan meningkatkan eksploitasi yang merusak, menurunkan, bahkan menghilangkan produk dan jasa wisata lokal itu sendiri. Itu sebabnya, dalam jangka panjang indeks pembangunan manusia masih merupakan pekerjaan rumah pemerintah daerah, bukan sekadar pelengkap pembangunan ekonomi.  Untuk itu diperlukan berbagai upaya kuat pemberdayaan ide dan mengembangkan sikap kreatif pelaku bisnis serta peningkatan kualitas tenaga kerja wisata lokal.

Pasalnya, kebijakan daerah cenderung masih hilirisasi ekonomi, seolah hanya membutuhkan banyak pekerja terampil saja. Selain itu, bonus demografi hanya dipenuhi oleh kaum pekerja dikhawatirkan menjadi bencana demografi.  Sehingga saat pertumbuhan ekonomi melambat, berkurangnya anggaran serta turunnya investasi setelah berkah booming bisnis komoditas berakhir,  motor  pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja baru dari sektor  parawisata lokal  sangat dibutuhkan.

Walau dalam jangka menengah pemerintah telah mencanangkan membangun destinasi pariwisata lokal melalui peningkatan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdaya saing tinggi. Membangun sektor pariwisata dengan meningkatkan partisipasi usaha lokal dalam sektor pariwisata nasional serta meningkatkan keragaman dan daya saing produk pariwisata nasional di setiap destinasi menjadi fokus pemasaran. Membangun ekosistem industri pariwisata melalui pembangunan sumber daya manusia pariwisata serta organisasi kepariwisataan nasional.

Namun, dalam jangka pendek  perlu menyegerakan program kreatif yang berdampak langsung. Pertama, menaikkan profil kelembagaan yang mengurusi parawisata di daerah yang mengintegrasikan program  strategis antar institusi. Kedua, lembaga ini bekerja lebih keras dengan hasil yang terukur, yaitu perbaikan indikator pada faktor produk yang paling berpengaruh kontribusinya, pertumbuhan positif dan signifikan, unggul berdaya saing tinggi, dan memiliki ciri khas kuat kedaerahan. Sehingga manfaat dari keberadaan destinasi parawisata lokal tersebut dapat memberikan kontribusi dalam jangka waktu lama.

Ketiga, badan tersebut meningkatkan serta melaksanakan integrasi kegiatan dimulai dari invitasi bakat, festival, kompetisi, kontes, lomba, mentoring, benchmarking hingga business clustering yang mengeksplorasi serta mengeksploitasi ide dan gagasan kreatif produk wisata lokal unggulan.

Sehingga sasaran khusus pada pengembangan inklusi usaha lokal serta peningkatan tenaga kerja parawisata lokal dapat mendukung peningkatan ekonomi rakyat, pelestarian budaya, serta kualitas lingkungan secara umum pada skala nasional. Upaya yang menganut prinsip pembangunan pariwisata lokal berkelanjutan, yaitu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan dengan mudah dapat dicapai. (bs/srh)

Oleh : Budhi Santoso

 

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya