oleh

Warna-warni Kampung Tanah Tinggi Lahir dari Kemandirian

Tangerang7.com, Tangerang – Proses pengerjaan kampung warna-warni di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, belum sepenuhnya rampung. Sejak diresmikan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pada 2 Februari lalu, aktivitas mewarnai kampung masih berlangsung sampai hari ini.

Kawasan itu terletak di RW 011 Kelurahan Tanah Tinggi. RW yang dihuni 1.104 jiwa tersebut dilintasi  jalur kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Tembok yang berada di terowongan jalur kereta itu disulap menyerupai hutan dengan mural bergambar hewan dan pepohonan. Tak sampai di situ, tembok jalur kereta itu juga dihias dengan berbagai mural bunga dan dedaunan.

Di pinggir tembok tersebut terdapat pohon-pohon  setinggi pinggang. Ada kebun cabai dan sayur-mayur yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 011. Inilah sekelumit gambaran tentang Kampung Kita. Warga sekitar menyebutnya KPK.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri mengecat tembok di Kelurahan Tanah Tinggi, Minggu (10/03/2019).

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri menyempatkan diri berkunjung ke Kampung Kita, Minggu (10/03/2019). Dia ikut mengecat rumah bersama warga. Dadi yang datang ke kampung ini tak sungkan menyatu bersama masyarakat sekitar untuk melakukan pengecatan.

Kampung warna-warni di Kelurahan Tanah Tinggi tersebut diproyeksikan akan menjadi destinasi wisata yang terlahir karena kemandirian masyarakatnya.

“Konsep pembangunan dengan mengedepankan kemandirian masyarakat seperti inilah yang menjadi rujukan kami dalam membuat dan menjalankan program pembangunan di Kota Tangerang,” ujar Dadi.

Dengan mengedepankan rujukan program Pemerintah Kota Tangerang yang tengah menjalankan program Kampung Kita untuk setiap wilayah, Dadi sangat mengapresiasi apa yang telah diperbuat masyarakat.

“Masyarakat di sini yang telah berbuat untuk kampungnya dengan melakukan penataan kampung sehingga menjadi indah, bersih, hijau dan asri,” ucapnya.

Lurah Tanah Tinggi Hadi Ismanto menambahkan, tahapan pengecatan rumah dan lingkungan warga di RW 11 didasari atas kegotong-royongan warganya. “Semuanya masyarakat yang melakukan, dari mulai pengecatan, penataan ruang terbuka hijau hingga kebersihan lingkungan,” ungkap Hadi.

Hadi menyebut tahapan pengecatan di RW 11, yang terdiri dari 4 RT dengan jumlah rumah hunian sebanyak 276, tahapan awalnya dimulai pada pemukiman warga di sepanjang Jalan Meteorologi.

“Saat ini kami fokuskan di RT 3 dan RT 11 yang wilayahnya berada di sepanjang jalan Meteorologi dulu dan kedepannya semuanya akan dilakukan pengecatan,” paparnya.

Kampung Kita di Tanah Tinggi ini kurang lebih menyerupai Kampung Bekelir yang ada di Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang. Sebelum menjadi kampung tematis, Kampung Bekelir menyandang status kumuh sedang.

Pada  2017, warga Kampung Bekelir bergotong royong mengecat permukiman. Sampah yang dulunya berserakan, kini mulai terkumpul rapi. Tempat sampah yang terbuat dari bekas kaleng cat ada di setiap rumah warga. Setiap sore, sampah itu diangkut dua petugas RW.

Rumah gang sempit di RW 001 itu dipenuhi tumbuhan merambat. Rumah mereka juga dihiasi aneka mural. Pada Agustus 2017, RW 001 mendapat juara satu kategori perilaku hidup bersih dan sehat se-Kota Tangerang. (fdy/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya