oleh

Warga Berjubel di Gedung Cisadane, Asep: Pemerintah Harusnya Kasih Contoh yang Baik

TANGERANG, Tangerang7.com  – Tumplek-pleknya ribuan warga pelaku UMKM di Gedung Cisadane Kota Tangerang, Senin (19/10) kemarin, yang diduga akan menjadi cluster baru penularan virus Covid-19 mendapat atensi dari wakil rakyat Dapil Kota Tangerang yang juga Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Banten, Asep Hidayat. Kepada Tangerang7.com, wakil rakyat dari daerah pemilihan Tangerang A (Kecamatan Tangerang, Karawaci, Cibodas, Jatiuwung, Periuk, Batuceper, Neglasari, dan Benda) ini sangat menyesalkan apa yang terjadi di Disperindagkop UKM Kota Tangerang.

“Sebagai warga Tangerang dan wakil rakyat dari Kota Tangerang, saya sangat sedih dan menyesalkan kenapa hal itu bisa terjadi. Apa pejabat di Disperindagkop UKM Kota Tangerang tidak belajar dari pengalaman-pengalaman selama ini,” ucap Asep, Selasa (20/10) pagi.

Logika berpikirnya lanjut Asep, dinas-dinas atau pemerintah saat ini sedang melakukan program WFH (Work Form Home), kenapa Disperindagkop UKM Kota Tangerang malah ada upaya pengumpulkan warga? “Ini pertanyaan besar saya. Di satu sisi ASN sekarang kerja bergiliran, kenapa Disperindagkop UKM Kota Tangerang malah ngumpulin orang. Apa tidak ada antisipasi? Apa tidak dipikirkan baik-baik? Yang namanya membuka pendaftaran, apakah mau hanya 1 kecamatan, 2 kecamatan, atau 3 kecamatan, tetap itu mengumpulkan orang,” nilai Asep.

Pemerintah dalam hal ini Disperindagkop UKM Kota Tangerang, kata Asep, seharusnya memberikan contoh dan edukasi yang baik kepada masyarakat. Jangan malah terkesan memberikan contoh yang tidak layak dan tidak pantas. Dengan konsep pendaftaran yang jelas, Asep yakin pendaftaran dengan cara berkerumun tidak akan terjadi. “Kalau saya amati, Ini konsepnya yang nggak jelas,” tegas Asep.

Bahkan, anggota dewan dari Partai Demokrat ini melihat ada kesan gegabah dari pejabat di Disperindagkop UKM Kota Tangerang sehingga terjadinya berkumpulnya massa dalam satu tempat. “Terlepas dari adanya miskomunikasi atau apapun, saya melihat ada kesalahan dan tindakan gegabah yang dilakukan pejabat di Pemkot Tangerang,” Asep.

WALIKOTA & KETUA GUGUS TANGGUNG JAWAB

Asep juga tidak hanya menyinggung pejabat di Disperindagkop UKM Kota Tangerang. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dan Wakil Walikota Tangerang yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangerang H Sachrudin dinilai sudah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai komando penaggulangan wabah corona di Kota Tangerang.

“Kan di Kota Tangerang ada mitra kerja Pemkot Tangerang untuk gugus tugas. Ada TNI atau Polisi, yang bisa dilakukan kerjasama sehingga tidak terjadi penumpukan warga. Bisa juga diatur ke masing-masing kecamatan. Dengan penumpukan yang terjadi di Disperindagkop UKM saya khawatir akan muncul cluster baru,” kata Asep.

Sekadar info, Senin kemarin ribuan warga berdesak-desakan di Gedung Cisadane Kota Tangerang dalam rangka pendaftaran bantuan senilai Rp. 2,4 juta untuk pelaku UMKM. Kerumunan warga yang viral di media sosial bahkan televisi ini sangat bertentangan dengan protokol kesehatan. Tak ada lagi jaga jarak yang terlihat. Bahkan, ada juga warga yang tak mengenakan masker atau membawa masker tapi tidak dikenakan dengan baik. Belum lagi ada balita yang terlihat dalam kerumunan tersebut.

Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang Teddy Bayu Putra di beberapa media online sudah memberikan klarifikasi. Kata Teddy, kepadatan masyarakat yang memenuhi pelataran Gedung Cisadane juga disebabkan oleh warga dari berbagai kecamatan di luar jadwal yang datang untuk mendaftar. “Jadwalnya sudah dibagi per kecamatan setiap harinya untuk meminimalisir kerumunan. Waktunya berlangsung selama satu bulan, dan tanpa dipungut biaya,” Teddy.

“Tapi karena salah tafsir, pagi ini justru banyak di luar kecamatan yang terjadwal ikut datang, jadinya penuh. Kami juga sedang menyiapkan aplikasi bagi pelaku UMKM untuk mendaftar mandiri secara online,” jelas Teddy. (jebe/tang7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *