oleh

Wali Kota Tangerang Tanggapi Sindiran Menkumham Soal Izin Lahan Gedung Kampus

Tangerang7.com, Tangerang – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly menyindir Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah terkait proses pembangunan gedung Perguruan Tinggi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Sindiran disampaikan lantaran pembangunan gedung di jantung Kota Tangerang tersebut sempat tersendat. Yasonna menuding Arief kurang ramah dengan Kemenkumham, karena sedikit menghambat perizinan pembangunan gedung itu. Sehingga Kepala BPSDM Kemenkumham mengurus izin-izin berkaitan dengan kampus tersebut.

“Kepala BPSDM Hukum dan HAM supaya mengurus izin-izin yang berkaitan dengan ini karena pak wali kota agak kurang ramah dengan Kemenkumham,” kata Yasonna saat pidato peresmian Poltekip dan Politeknik, Selasa (9/7/2019).

Ia menyebutkan, saat itu Pemkot Tangerang mewacanakan kawasan milik Kemenkumham akan dijadikan tata ruang persawahan. Menurut Yasonna, hal tersebut menjadi masalah. “Arief cari gara-gara,” ucap Yasonna.

Arief pun tidak tinggal diam. Ia angkat bicara menanggapi pernyataan Yasonna tersebut. “Saya sangat sedih, prihatin. Di satu sisi saya ikut memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan pemerintah pusat, tapi di satu sisi saya seolah-olah difitnah,” ujar Arief, Rabu (10/7/2019).

Meski demikian, Arief menganggap hal itu tidak lebih dari salah persepsi dari Kemenkumham. “Saya juga sangat kaget dan prihatin atas apa yang disampaikan oleh Pak Menteri. Rasanya Pak Menteri harus mencari informasi lebih jauh lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Tangerang justru memperjuangkan agar di Kota Tangerang sudah tidak ada plotingan untuk lahan pertanian termasuk lahan Kemenkumham sebagaimana draf Raperda RTRW. “Yang menetapkan lahan itu menjadi lahan pertanian justru dari Kementerian Pertanian,” beber Arief.

Oleh karena itu, Arief menyatakan dirinya belum bisa mengabulkan apa yang diinginkan Kemenkumham terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Alasannya, masih terkendala landasan-landasan hukum yang belum selesai.

“Jadi mudah-mudahan dengan surat yang saya layangkan, nota keberatan saya, beliau bisa jauh lebih paham seperti apa kondisi ruwetnya urusan administarasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Saya bicara sebagai seorang wali kota yang terus berupaya hanya memikirkan yang terbaik untuk Kota Tangerang,” tandas Arief. (mus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Semoga Bapak Walikota Selalu dijauhkan dari segala fitnah dan kepentingan pribadi segelintir oknum…Kami Bangga Memiliki Pemimpin Seperti Bapak Arief R.Wismansyah…

Berita Lainnya