oleh

Wali Kota Airin Jelaskan Kebijakan Penanganan Covid-19 di Tangsel Kepada DPR-RI

Tangerang7.com, Ciputat – Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany melaporkan hasil kinerja Pemkot Tangsel terkait dengan kebijakan pengentasan dan penanganan covid-19. Salah satu yang dilaporkan Airin adalah tentang pelaksanaan PSBB.

Airin menceritakan segala kesulitan di awal merebaknya wabah covid-19, banyak proses pembangunan yang terhambat. Tidak adanya persiapan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini membuat pemerintah merasa kesulitan.

”Terasa sekali pada bulan Maret dan April itu semuanya sulit, salah satunya pemenuhan APD. Seperti mencari disinfektan, handsanitizer, masker, itu sulit disediakan. Uang ada tapi barangnya tidak ada,” ungkap Airin.

Namun, pemerintah terus melakukan inovasi, berusaha menemukan solusinya. Berkat segala upaya yang dilakukan Pemkot Tangsel yang konsisten, saat ini Kota Tangsel telah mengalami penurunan jumlah kasus secara signifikan. Berubah menjadi zona orange, yang sebelumnya Tangsel merupakan salah satu daerah dengan zona merah.

Salah satu upaya penanganan covid-19 yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel yaitu pemberlakukan PSBB. “Kami sepakat dalam rangka memutus mata rantai covid-19, kami masih memberlakukan PSBB,” kata Airin.

Kata Airin, idealnya peran PSBB secara signifikan memberikan hasil maksimal mencapai 90 persen. Namun, hingga kini presentasi keberhasilan PSBB masih berada di 83 persen. Hal ini merupakan PR bagi pemerintah untuk memaksimalkan peran PSBB dalam penanganan masalah.

Dalam proses penanganan covid-19, pemerintah telah melakukan kolaborasi dengan rumah sakit swasta untuk memastikan ketersediaan pelayanan. Seperti APD, dokter dan perawat di dalam rumah sakit tersebut.

Sedangkan dalam penyediaan fasilitas karantina, juga telah dibuat Rumah Lawan Covid berkapasitas 150 tempat tidur yang bisa digunakan untuk proses karantina PDP dan ODP.
”Dan sekarang yang terisi hanya 30 tempat tidur saja,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar mengatakan bahwa wabah ini merupakan masalah yang terjadi di seluruh penjuru bangsa. Sehingga penanganannya pun secara nasional.

Sebagai pelayan masyarakat, sudah seharusnya pemerintah daerah juga melakukan penanganan mengenai keadaan ini hingga situasinya bisa terkendali. ”Covid-19 ini akan menjadi salah satu bencana non alam yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI,” terang Ansory.

Pemkot Tangsel diharapkan agar tetap secara konsisten melakukan proses penanganan covid-19 di wilayahnya. Bahu membahu, sehingga bangsa Indonesia bisa menangani masalah ini. (rls/mad/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya