oleh

Wakil Wali Kota Tangsel Sebut Smart City Bukan Lagi Kewajiban

Tangerang7.com, Serpong – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa berpartisipasi dalam mewujudkan kota cerdas atau smart city. Salah satunya di bidang kerukunan agama, terutama untuk menjaga kepentingan sesama.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, smart city bukan lagi kewajiban, melainkan kebutuhan. Termasuk dalam proses perpendekan siklus pelayanan.

Bersama Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Benyamin memastikan sudah dilakukan pendekatan kepada seluruh aspek yang memiliki kepentingan untuk mewujudkan smart city.

“Apalagi, tugas kami adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan publik,” ujar Benyamin dalam Dialog Tokoh Lintas Agama, Rabu (28/8/2019).

Dia menyebutkan, tujuan penerapan smart city adalah memastikan komunikasi secara berkala dengan masyarakat. Melalui smart city, pemerintah berusaha memberikan pelayanan secara maksimal, terumata untuk memperbaiki paradigma pemerintahan yang lama.

Namun, yang terpenting dari smart city adalah bagaimana teknologi berkembang, komunikasi berjalan sampai dengan kualitas pelayanan bisa makin maju, sementara beriringan dengan penetapan Pancasila sebagai dasar dari pemerintahan.

“Gotong royong, musyawarah, silaturahmi itu nilai bermasyarakatan kita. Sehingga perbedaan itu bukan lagi halangan,” tegas Benyamin.

Dia berharap, dengan forum diskusi antaragama ini terbangun sebuah hubungan baik. Di mana, bisa saling bahu-membahu untuk mewujudkan kota yang lebih baik lagi di masa depan. Cerdas dengan teknologi namun tetap menghargai perbedaan.

Sementara itu, Asisten Daerah I Kota Tangsel Rahmat Salam menjelaskan, proses pencegahan atas gesekan di kalangan umat beragama terus dilakukan. “Semua warga memiliki kewajiban yang sama, menjaga kerukunan. Dari mana pun asalnya, menjaga kedamaian adalah tugas utama,” kata dia. (rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya