oleh

Wajah Baru Menggoyang Petahana di Dapil Tangerang 6

Tangerang7.com – Delapan kursi anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari daerah pemilihan (dapil) Tangerang 6 akan diperebutkan oleh 111 calon anggota legislatif (caleg) dari 16 partai politik peserta Pemilu 2019. Dapil ini mencakup empat kecamatan, yakni Pagedangan, Legok, Kelapa Dua, dan Cisauk.

Tujuh caleg petahana akan bersaing dengan 104 wajah baru. Sekalipun baru, beberapa di antaranya memiliki modal popularitas dan kapasitas yang memadai.

Tujuh caleg petahana ini terdiri dari H. Zaenuddin (Partai Gerindra), H.M. Supriyadi (PDIP), Akmaludin Nugraha (PDIP), H. Haerul Ihwan (Partai Nasdem), H. Ahmad Ghozali (PPP), Ukar Sar’ih (PAN), dan Adi Tiya Wijaya (Partai Demokrat).

Perjalanan caleg petahana untuk mempertahankan kursi dari dapil dengan jumlah calon pemilih sebanyak 312.645 orang itu diyakini tidak akan mudah. Apalagi di antara seratus lebih caleg baru tak sedikit yang sudah memiliki modal popularitas, ditambah lagi disokong kapasitas yang memadai.

Sebut saja misalnya, Ilham Chair, mantan pejabat eselon II Pemkab Tangerang, yang ikut bersaing di dapil Tangerang 6. Ilham maju lewat Partai Golkar. Selama menjadi pegawai Pemkab Tangerang, Ilham dikenal sebagai pejabat yang dekat dengan keluarga Pendopo.

Jabatan penting kedinasan pernah didudukinya. Seperti jabatan Kepala Dinas Cipta Karya, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan di era Bupati Ismet Iskandar, serta Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman di era Bupati Ahmed Zaki Iskandar.

Ada pula nama Icin Quraysin, caleg perempuan Partai Golkar yang dikenal banyak menduduki jabatan di berbagai organisasi. Sebelumnya, Icin merupakan bagian dari Partai Hanura. Icin pernah menjabat Ketua DPD Srikandi Provinsi Banten dan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten.

Pada pemilu 2014, Icin pernah mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Provinsi Banten melalui Partai Hanura dari daerah pemilihan Banten 5. Namun keberuntungan belum berpihak padanya.

Selain itu, ada nama Sinung Hartati, caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga mengincar kursi dari dapil Tangerang 6. Sinung banyak berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat dengan jabatannya di kepengurusan PKS sebagai Ketua Bidang Humas DPD PKS Kabupaten Tangerang. Sinung juga pernah bertugas sebagai Ketua Tim Acara Solidaritas Peduli Muslim Rohingya.

Dari deretan wajah baru lainnya, ada juga nama Indra Setiawan, mantan jurnalis yang mencoba mengukur kemampuan dengan tampil lewat Partai Demokrat. Pengalamannya sebagai jurnalis selama ini membuatnya lebih mudah berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat. Apalagi dengan jaringan yang sudah terbangun cukup lama, menambah modal kekuatan merebut persaingan.

Rekam Jejak Jadi Penentu

Dalam wawancara dengan Tangerang7.com belum lama ini, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang Yusuf Fadly menilai masyarakat harus cerdas dalam memilih calon anggota dewan pada Pemilu Legislatif 2019. Apalagi dengan adanya calon anggota dewan petahana, masyarakat bisa menilai dari rekam jejak atau track record kinerjanya terdahulu.

“Masyarakat harus cerdas dan melihat betul apa yang telah dan apa yang akan mereka berikan. Seperti aspirasi tentang pendidikan, lingkungan, infrastruktur dan sebagainya,” kata Yusuf.

Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini, kinerja caleg-caleg petahana dapat menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih. “Caleg yang lama harus kita liat dari sisi kinerja mereka sebelumnya, karena ukuran kinerja dewan salah satunya adalah bagaimana menyalurkan aspirasi masyarakat atau membuat legislasi yang bermanfaat dan bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Yusuf berpendapat caleg senior memiliki peluang terpilih lebih besar dibanding caleg yang baru terjun ke pemilihan. Alasannya, caleg petahana sudah familiar dikenal masyarakat dan lebih unggul dalam finansial dibanding pendatang baru.

“Tapi saya cenderung lebih kepada caleg-caleg baru untuk duduk di kursi parlemen, karena meski kalah finansial dan kalah familiar tapi paling tidak punya semangat lebih tinggi dan gagasan yang baru,” ujarnya.

Mengutip hasil riset Charta Politika Indonesia, Direktur Riset Muslimin mengatakan, caleg petahana diuntungkan karena lebih dikenal melalui kerja-kerja mereka selama di parlemen. Oleh karena itu, jika para caleg baru ingin terpilih, mereka perlu menajamkan kembali cara-cara berkampanye agar dapat menciptakan diferensiasi dengan kompetitor mereka. Ini agar publik mudah mengenali mereka.

“Hal itu perlu dilakukan karena banyaknya nama caleg dan euforia pemilu mendatang lebih berfokus pada pemilihan presiden dan wakil presiden sehingga masyarakat sulit menentukan pilihan pada sosok caleg,” kata Muslimin. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya