oleh

Viral Video Dugaan Pungli di Kresek, Begini Reaksi Bupati Tangerang

Tangerang7.com, Kresek – Dugaan pungutan liar atau pungli di kantor Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial. Oknum ASN di Kecamatan Kresek diduga meminta uang kepada warga saat mengurus akta kelahiran.

Dugaan pungli itu didokumentasikan dalam bentuk video, lalu diunggah oleh akun Instagram @infotangerang.id. Akun itu menulis keterangan bahwa seorang pegawai di Kecamatan Kresek melakukan pungli senilai Rp100 ribu.

Dijelaskan pula, sejak 1 Januari 2014, pemerintah membebaskan biaya administrasi untuk pembuatan KTP, KK, akta kelahiran, dan akta kematian. Hal itu berdasarkan revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

“Namun justru mereka memungut biaya akta kelahiran kepada warga, kejadian ini di kantor Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang,” tulis akun @infotangerang.id sebagaimana dikutip Tangerang7.com, Kamis (29/8/2019).

Menanggapi video viral tersebut, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menginstruksikan pejabat Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan penelusuran. Menurut Zaki, dalam rekaman video itu tidak jelas siapa peminta uang, berapa nominal uang, dan kapan dilakukan.

Dia memerintahkan pejabat Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk melihat lagi dengan saksama video tersebut. Zaki menegaskan, dirinya tidak bermaksud menyanggah apalagi memberi proteksi, tetapi mengingat belum ada kejelasan.

“Biarkan nanti inspektorat bekerja untuk memeriksa. Tapi kalau dari videonya sendiri enggak ada itu kalimat permintaan duit, di situ enggak ada juga kalimat negosiasi atau apa ketika diberikan duitnya. Ini yang perlu diklarifikasi dan dijelaskan segamblang-gamblangnya,” kata Zaki.

Dia mengatakan, Inspektorat Kabupaten Tangerang harus mengklarifikasi video viral itu. Terduga korban pungli atau pengunggah video itu pun diminta untuk membuat laporan, biar lebih jelas dan tidak ada kesalahpahaman terus menerus.

Camat Kresek Membantah

Sementara itu, Camat Kresek Zaenudin mengatakan, pegawai Kecamatan Kresek tidak pernah meminta imbalan untuk pelayanan kepada masyarakat. Kejadian dalam video viral itu pun tidak jelas.

“Kami dari pihak Kecamatan Kresek tidak meminta apa-apa kepada masyarakat. Di video viral itu pun hanya seolah-olah memberi sesuatu, tetapi saya tegaskan tidak meminta,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

Zaenudin mengaku sudah melakukan rapat internal bersama staf pelayanan di Kecamatan Kresek. Alhasil, tidak ada pegawai meminta uang kepada masyarakat sebagaimana dalam keterangan video viral di media sosial itu.

“Saya tegaskan tidak ada permintaan apa pun, hanya di video tersebut seolah-olah ingin memberi sesuatu untuk pelayanan,” pungkas mantan Sekretaris Kecamatan Tigaraksa ini. (fdy/odo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya