oleh

Viral Pria Rusak Motor; Dibeli Rp 3 Juta, Penjual Diburu Polisi

Tangerang7.com, Serpong – Polisi kini memburu pria berinisial D, penjual sepeda motor kepada Adi Saputra. D menjual motor Honda Scoopy berwarna merah putih melalui media sosial Facebook. Adi membeli dengan harga murah, yakni Rp 3 juta.

Sebelumnya, Adi seketika viral di media sosial lantaran mengamuk dan merusak motor yang dikendarainya saat ditilang polisi di sekitar Pasar Modern BSD, Jalan Letnan Sutopo, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, kemarin. Bukan hanya itu, video Adi membakar kertas mirip STNK juga viral.

Polisi pun melakukan upaya paksa terhadap Adi. Ia ditangkap di salah satu indekos di Rawa Mekar Jaya. Ia kini mendekam di balik jeruji tahanan Mapolres Tangsel. Adi disangkakan pasal 263 dan atau pasal 372 dan atau pasal 378 juncto pasal 480 dan atau pasal 233 dan atau pasal 406 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Ia juga dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di mana, Adi melanggar pasal 281, pasal 288 ayat 1, pasal 280, pasal 291 ayat 1 dan ayat 2, serta pasal 282. Lantaran ia tidak memiliki SIM saat berkendara, berkendara tidak dilengkapi dengan STNK, tidak memasang pelat nomor yang sesuai, tidak memakai helm SNI, membiarkan penumpang tidak menggunakan helm, dan tidak mematuhi perintah yang diberikan petugas kepolisian.

Polisi mengamankan barang bukti antara lain 1 unit Honda Scoopy berwarna merah putih, pelat nomor B 6395 GLW, pecahan bodi motor, batu yang digunakan tersangka untuk merusak motor, rekaman video, serta baju tersangka saat melakukan perusakan motor.

Motor Gadaian

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan, Adi mendapatkan motor yang dirusak sendiri tersebut dengan jual beli pada Desember 2018 lalu di media sosial Facebook. “Melalui sistem COD (Cash on Delivery) sebesar tiga juta rupiah,” ujar Alex, Jumat (8/2/2019).

Saat dibeli, motor Honda Scoopy hanya dilengkapi STNK, tercatat bernopol B 6382 VDL. Alex mengatakan, motor tersebut patut diduga hasil tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan D. Sebab, korban sesungguhnya adalah Nur Ichsan, pemilik sah motor itu.

“Korban menggadaikan motor beserta STNK kepada tersangka D, akan tetapi tanpa seizin pemilik kendaraan bermotor kemudian dijual melalui media sosial. Tersangka D masuk DPO (daftar pencarian orang),” tandas Alex.

Dia menjelaskan, pelat nomor kendaraan B 6395 GLW sebagaimana terpasang pada motor yang dirusak Adi tidak sesuai dengan peruntukannya. Pasalnya, pelat nomor polisi yang seharusnya terpasang adalah B 6382 VDL.

“Pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya tersebut dipasang oleh tersangka setelah proses transaski jual beli motor melalui COD medsos. Pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya itu didapatkan tersangka dari temannya bernama Endi,” pungkas Alex. (riz/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya