oleh

Viral Penangkapan 2 Perampok Toko Emas di Balaraja, Ini Kata Polisi

Tangerang7.com, Balaraja – Penangkapan terduga pelaku perampokan toko emas di Jalan Raya Serang, Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial. Dua orang pelaku disebut-sebut telah diringkus polisi.

Toko emas Permata itu disatroni perampok berpistol pada Sabtu (15/6/2019) lalu. Emas dengan berat 6 kilogram berhasil dibawa kabur. Benda berharga tersebut memiliki nilai jual Rp1,6 miliar.

Kabar penangkapan dua orang pelaku viral pada Selasa (9/7/2019). Seperti diunggah akun Facebook bernama Papah Nazwa. Akun itu mengeposkan sebanyak 13 foto di grup Facebook Berita Kabar Kabupaten Tangerang.

Dilihat Tangerang7.com, foto-foto unggahan Papah Nazwa mulai dari wajah kedua pelaku, kendaraan yang digunakan pelaku saat beraksi, barang bukti, hingga Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP Gogo Galesung tampak menginterogasi pelaku.

“Akhirnya kena juga pelaku toko mas permata belaraja,” tulis akun itu.

Tidak hanya di Facebook. Kabar penangkapan dua pelaku perampokan toko emas Permata beredar melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan instan itu, tercatat kedua pelaku berinisial MNF (25) dan MNI (24). Keduanya teridentifikasi sebagai warga negara Malaysia.

Adapun barang bukti terdiri dari rekaman CCTV, korek api berbentuk senjata jenis Revolver, korek api berbentuk senjata jenis Baretta, 1 unit mobil Avanza warna putih tahun 2017 bernopol B 2069 UFC, 1 buah flaskdisk berisi story perjalanan mobil bernopol B 2069 UFC tanggal 13-15 Juni 2019, 6 buah baki, dan 34 boks gelang.

Sebelum beraksi di toko emas, MNF dan MNI melakukan tindak kejahatan di SPBU 34.15606, Kampung Gelebeg, Desa Sukamulya, Kecamatan Balaraja, Jumat (14/6/2019) pukul 17.55 WIB. Di mana, pelaku mengambil paksa tas pinggang yang dikenakan salah satu karyawan SPBU tersebut. Total kerugian Rp 4.693.000.

MNF dan MNI diringkus polisi di Malaysia. Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Banten dan Satreskrim Polresta Tangerang dipimpin oleh AKP Gogo Galesung. Dalam menangkap kedua pelaku, polisi Indoneisa berkoordinasi dengan polisi Malaysia.

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kebenaran informasi penangkapan dua pelaku tersebut, Gogo Galesung enggan merespons. Sementara Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif meminta untuk menunggu keterangan resmi dari polisi. “Tunggu rilis saya,” kata Sabilul kepada Tangerang7.com. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya