oleh

Video Bawa Celurit Viral, 11 Pemuda Ditangkap Tim Vipers

Tangerang7.com, Serpong Utara – Warganet dihebohkan video gerombolan anak muda mengendarai sepeda motor dengan salah satu di antara mereka membawa senjata tajam jenis celurit, di Jalan Graha Raya Bintaro, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Kejadian itu pada Oktober 2018 lalu. Tim Vipers Reskrim Polres Tangsel menerima laporan masyarakat pada tanggal 12 Januari 2019 dan langsung melakukan penyelidikan.

“Pada tanggal 12 Januari 2019 Tim Vipers mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa di berbagai media sosial telah viral video yang meresahkan masyarakat dengan konten menjurus kekerasan yang diduga kuat terjadi di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, Senin (28/1/2019).

11 orang yang tampak dalam video tersebut berhasil ditangkap. Masing-masing berinisial ADS (14), FR (16), SS (18), F (17), AS (18), KJ (16), EP (18), AF (17), MVS (15), MAR (15), dan MRR (14). Para pelaku memiliki peran berbeda dalam video yang viral di media sosial itu.

ADS membawa celurit, FR membawa stik golf, Stevanus melakukan perekaman kegiatan menggunakan ponsel milik F, F menyebarluaskan rekaman video tersebut melalui media sosial, Ary pemilik motor yang digunakan membonceng ADS.

Kemudian, KJ mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna putih biru dan sebagai inisiator kegiatan, Eka berboncengan dengan KJ, AF mengendarai sepeda motor Honda Beat warna biru putih, sedangkan MVS mengendarai sepeda motor Honda Beat biru putih berboncengan dengan MAR dan MRR.

ADS Idap Tumor Intrasellar

Ferdy menjelaskan, ADS diketahui menderita tumor intrasellar atau tumor di dalam otak. Hal itu berdasarkan keterangan dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Ironinya, 8 dari 11 pelaku merupakan anak di bawah umur.

Para pelaku disangkakan melakukan tindak pidana secara tidak sah menguasai senjata tajam dan atau menyebarkan informasi elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti.

“Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun dan pasal 45 huruf B UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (informasi dan transaksi elektronik) dengan ancaman 4 tahun,” tandas Ferdy. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya