oleh

Turap dan Pompa Jadi Andalan Sementara

Tangerang7.com, Periuk – Pemkot Tangerang membangun kisdam di pinggiran Kali Ledug, samping perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk. Pembangunan turap sementara ini dilakukan untuk menghalau banjir bila Kali Ledug meluap.

Seorang pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tangerang, Alfian mengatakan, pembangunan turap dimulai sejak Kamis (31/01/2019). Turap dibangun 2 meter untuk mengurangi banjir masuk ke jalan raya.

“Biasanya sekitar 50 cm banjir yang di jalan. Dengan dibuatkannya turap ini mudah-mudahan bisa mencegah banjir,” katanya. Selain turap, kata Alfian, juga dibuat sumur resapan untuk memudahkan aliran banjir di jalan raya untuk dibuang langsung ke sungai.

“Sumur resapan ini untuk memudahkan pembuangan air di jalan raya supaya bisa langsung disalurkan ke sungai,” jelasnya.

Turap Belum Permanen

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang belum menganggarkan pembuatan turap permanen pada 2019.

“Kisdam nanti akan ditinggikan. Sudah dibuat juga pintu-pintu air di gorong-gorong kali. Kami akan buat dua rumah pompa di sepanjang Jalan Villa Tangerang Indah seperti di Perumahan Total Persada. Jalan dan jembatan akan ditinggikan supaya akses masyarakat tidak terputus,” katanya saat meninjau Kali Ledug, Rabu (30/01/2019) malam lalu.

Banjir sebelumnya melanda warga perumahan Grand City dan Garden City di Gebang, Periuk, Kota Tangerang, akibat luapan Kali Ledug Rabu (30/1/2019). Menurut Feby (26), warga Grand City, ketinggian banjir mencapai 80 cm pada pagi hari di perumahannya di seberang Jembatan Total Persada.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Periuk Kamaludin Azizi mengatakan, ada sebanyak 42 keluarga di RW 022 dan 52 keluarga di RW 025 yang rumahnya tergenang air.

Kamaludin menambahkan, banjir akibat luapan Kali Ledug karena tak cukup menampung curah hujan tinggi. Posisi lahan perumahan yang lebih rendah daripada permukaan kali serta ketiadaan turap permanen mengakibatkan air sungai meluber. Turap dari karung-karung berisi tanah atau kisdam tak sanggup menahan luapan air.

Menurut Kamaludin, air luapan Kali Ledug saat itu dapat segera surut pada sore hari karena pompa air di Situ Bulakan dinyalakan. “Kali Ledug ini bermuara di Kali Cirarap, tapi ditampung dulu di Situ Bulakan. Banjirnya cepat surut soalnya pompa di Situ Bulakan dinyalakan untuk mindahin air ke Kali Cirarap,” katanya. (orn/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya