oleh

Tsunami Selat Sunda dan Masa Pertumbuhan Anak Krakatau

Tangerang7.com, Anyer – Gelombang tsunami Selat Sunda yang menghantam Banten dan Lampung secara tiba-tiba pada Sabtu (22/12/2018) malam menelan banyak korban jiwa. Setidaknya terdapat tiga wilayah yaitu Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan yang terkena dampak dari tsunami itu.

Masa tanggap darurat di Banten selama 14 hari. Hingga Selasa (26/12/2018), ada 430 orang tewas yang terdiri dari 315 orang tewas di Banten dan 115 orang tewas di Lampung. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu dan kapal rusak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, ada dua peristiwa yang kemungkinan menjadi pemicu gelombang tsunami tersebut. Yakni karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang tinggi karena cuaca di perairan Selat Sunda.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan masih mendalami apakah kaitannya gelombang itu dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang beberapa bulan terakhir menunjukan letusan-letusan kecil.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya