oleh

Tragedi GrabCar Dihantam KA; 5 Orang Meninggal, 1 Masuk RS Pusat Otak

Tangerang7.com, Pagedangan – Tragedi taksi daring dihantam kereta api di Kampung Kandang, Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/5/2019) lalu, menambah daftar korban jiwa. Sampai saat ini, sebanyak lima dari delapan orang di dalam taksi daring jenis Grabcar itu telah mengembuskan napas terakhir.

Lima orang korban meninggal dunia terdiri dari Anis Amalia (25), Nadia (7), Adinda Putri Anisa (4), Patia (5 bulan), dan Yana (49). Pada hari kejadian, hanya empat orang yang dikabarkan tewas. Namun, satu orang korban luka ternyata menemui ajalnya satu hari kemudian.

Anis Amalia seketika tewas di tempat kejadian perkara. Sementara Nadia, Adinda Putri Anisa, dan Patia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit di Kota Tangerang Selatan. Adapun Yana berpulang setelah dirujuk ke RSUD Koja, Jakarta Utara.

Yana sebelumnya dirawat bersama tiga korban luka lainnya di ICU RS Hermina dan RS Medika BSD. Tiga orang itu adalah Maya (17), Veni (13), dan Darmawan Susanto. Darmawan sendiri merupakan pengemudi taksi daring nahas tersebut.

Dikonfirmasi Tangerang7.com, Rabu (15/5/2019), Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan, pasien atas nama Maya kini mendapat perawatan intensif di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur. Sedangkan Veni dan Darmawan sudah diperbolehkan pulang oleh tim medis.

“Benar (korban jiwa bertambah), jadi lima orang. Dua orang sudah diperbolehkan pulang, sedangkan satu orang lagi masih menjalani perawatan di RS Pusat Otak Nasional,” jelas Alex.

Sementara itu, polisi tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kecelakaan maut itu. Tidak tertutup kemungkinan Darmawan dijerat Pasal 310 undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal pada undang-undang tersebut mengatur sanksi bagi pengendara yang lalai sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia. “Penyelidikan berjalan,” tandas Alex.

Sebelumnya, mobil Kia Picanto bernopol B 1852 NKH tertabrak KA jurusan Maja-Tanah Abang. Awalnya, rombongan satu keluarga besar menggunakan jasa GrabCar untuk diantar ke ITC BSD, Kota Tangsel. Titik awal perjalanan dari Kampung Kandang. Saat mobil yang dikemudikan Darmawan ini masuk di perlintasan KA, tiba-tiba KA Maja-Tanah Abang melintas.

“Perlintasan kereta api tersebut tanpa palang pintu. Pada saat melintas di TKP, mobil yang dikendarai driver layanan sewa mobil online dan rombongan korban tertabrak dan terseret kereta api sejauh lebih kurang 100 meter. Kemudian mobil terpental dan terguling ke sisi sebelah kanan rel kereta api,” jelas Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 comments

  1. Salah satunya Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 114 menyatakan bahwa : Pada pelintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api.

    Aturan di atas senada dengan UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 90 poin d) menyatakan bahwa : Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian berhak dan berwenang mendahulukan perjalanan kereta api di perpotongan sebidang dengan jalan. Pasal 124 menyatakan bahwa : Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

  2. Ambil hikmah dari peristiwa ini. Kedepan harus lebih berhati-hati. Siapa saja yang hendak melintas di perlintasan sebaiknya patuhi peraturannya. Kendaraan jangan kelebihan muatan penumpang. Saat melintas dahulukan kereta api. Jangan sekali kali menerobos perlintasan disaat kereta hendak melintas. Kewajiban kita memang untuk mendahulukan perjalanan kereta api sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang perkeretaapian dan lalu lintas.

Berita Lainnya