oleh

Tolak Petugas BPOM, SDC Diduga Sarat Pelanggaran UU Pangan

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang merespons kabar penolakan petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ingin memeriksa keamanan makanan yang dijajakan di tenant-tenant kawasan Summarecon Digital Center (SDC), Jalan Scientia Boulevard, Kelurahan Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua. Sebab, semestinya pemilik sarana tidak melakukan penolakan tersebut.

Kepala Seksi Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Muji Harja mengatakan, instansi ataupun lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengawasan pangan beredar tidak boleh dihalang-halangi. Apalagi jika petugas yang datang dibekali dengan kartu identitas dan surat tugas.

“Secara regulasi, jika instansi tersebut mempunyai tugas dan kewenangan terkait pengawasan pangan beredar, harusnya pemilik sarana menerima pemeriksaan. Jika pun menolak, pemilik sarana harus memberikan keterangan tertulis,” kata Muji saat dikonfirmasi Tangerang7.com, Selasa (12/3/2019).

Sementara Kepala Kantor BPOM di Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, jika menolak dilakukan uji pangan maka ada indikasi pemilik sarana menyimpan sesuatu atau melindungi sesuatu di tempat itu. Sehingga ada dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Intinya, jika seseorang menolak diperiksa, bisa jadi ada sesuatu yang disimpan atau dilindungi. Apalagi jika pangan yang dijual mengandung bahan berbahaya atau ilegal, kan jadi kejahatan kemanusiaan. Itu kena UU tentang pangan,” ujar Wydia melalui pesan WhatsApp.

Diberitakan sebelumnya, petugas BPOM gagal menguji keamanan pangan di kawasan SDC. Penolakan terjadi kala BPOM menyelenggarakan senam bersama dan jalan sehat dalam rangka HUT BPOM ke-18, Minggu (10/2/2019) lalu. Saat itu, BPOM sekaligus ingin memeriksa keamanan makanan yang dijual di tenant-tenant dalam kawasan SDC.

Wydia menyebutkan, memang ada kerja sama antara BPOM dengan Summarecon Serpong dalam rangka menyukseskan rangkaian kegiatan HUT BPOM, namun disertai beberapa persyaratan.

“Kerja sama di SDC dalam rangka HUT BPOM tapi dengan syarat-syarat, dengan ketentuan melakukan uji pangan tidak dari tenant SDC,” ungkap Wydia kepada Tangerang7.com.

Dalih Belum Ada MoU

Dia menegaskan, tidak ada kerja sama tertulis antara BPOM dengan Summarecon Serpong atau manajemen SDC. Pemilik sarana berdalih harus memiliki nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terlebih dahulu. Sehingga, BPOM saat itu tidak diperkenankan menggunakan sarana penunjang kegiatan seperti panggung dan sound system.

“Kerja sama tertulis tidak ada. Katanya, harus punya MoU untuk bisa gunakan panggung, sound system dan lain-lain,” ucap Wydia.

Adapun pemilik sarana hanya mengizinkan pihak BPOM untuk memarkir mobil laboratorium keliling di area SDC dan melaksanakan kegiatan jalan santai. Sementara tujuan utama BPOM, kata Wydia, yaitu menyosialisasikan seputar keamanan obat dan makanan kepada masyarakat.

“Tujuan kami adalah sosialisasi, penyebaran informasi kepada masyarakat. Walaupun tidak bisa maksimal, kami cukup berterima kasih sudah diberi sedikit tempat,” tandas Wydia.

Humas Summarecon Serpong Christina Manihuruk membantah manajemen Summarecon Serpong menolak petugas BPOM untuk melakukan uji pangan di SDC. Dia bahkan menganggap informasi tersebut keliru.

“Tolong dibantu sumber informasinya, karena infonya sangat keliru. Sudah di-crosscheck ke manajemen, namun tidak benar adanya pelarangan uji pangan di SDC. Sebelumnya pihak POM malah telah bekerja sama dengan kami dalam menyelenggarakan event HUT dan penyuluhan ketika car free day di SDC berlangsung, bulan lalu,” kata Tina melalui pesan WhatsApp. (srh/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya