oleh

Tiga Wakil Rakyat Demokrat Beri Pemahaman Empat Pilar dan Wawasan Kebangsaan

Tangerang7.com, Curug – Tiga anggota legislatif semua tingkatan asal Partai Demokrat memberi pemahaman wawasan kebangsaan dan sosialisasi empat pilar di aula pertemuan kediaman Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Tangerang Nonce Thendean, Jalan Raya Cukang Galih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu sore (8/4/2021).

Ketiga wakil rakyat tersebut adalah anggota Komisi VII DPR RI Zulfikar Hamonangan, SH, anggota Komisi III DPRD Banten H Dedi Sutardi, SE, MBA, dan Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Tangerang Nonce Thendean.

Selain pemahaman wawasan kebangsaan, juga digelar sosialisasi perda yang dikemas satu rangkaian dalam kegiatan program DPRD Banten.

Selain ketiga wakil rakyat, pembicara lain dari praktisi media juga hadir, Indra Setiawan, ST.

Dalam pemaparannya, anggota DPR RI Zulfikar Hamonangan mengupas pentingnya masyarakat memahami kerja-kerja politik DPR RI di Senayan.

“Prinsipnya, kita harus terus menjaga hubungan demi kepentingan daerah, bangsa, dan negara. Saya dipilih dan diamanahkan sebagai anggota DPR RI juga hasil dari kerja bersama,” kata Bang Zul, sapaan Zulfikar.

Anggota DPRD Banten Dedi Sutardi menekankan pentingnya masyarakat mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. “Bukan hanya hafal dan tahu. Tapi bagaimana kita sama-sama bisa implementasikan dalam kehidupan. Menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang ini.

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Tangerang Nonce Thendean. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpegang teguh kepada empat pilar kebangsaan.

Sementara, Indra Setiawan saat awal pemaparannya menyampaikan bahwa kesadaran berbangsa masyarakat Indonesia diawali pada tahun 1908 atau dikenal dengan gerakan Boedi Oetomo atau Kebangkitan Nasional, dan dilanjutkan pada tahun 1928 dan 1945.

“Kesadaran berbangsa kita dimulai 1908, 1928, dan 1945 yang akhirnya mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan. Di sinilah tonggak bangsa kita untuk bersatu dan menjalankan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Kata Indra, dalam perjalanan waktu, semangat dan nilai kebangsaan kita terkoyak dan potensi pecah. “Diharapkan momentum pandemi ini, bukan hanya mengajarkan kita untuk bisa menjaga kesehatan. Tapi juga membangkitkan kita untuk bisa berempati dan peduli satu sama lain,” tandas Indra. (t7/ist)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya