oleh

Terungkap Motif Pembunuhan Pria Bergaya Punk, 4 Pelaku Buron

Tangerang7.com, Serpong– Pada 16 Januari 2019, masyarakat digegerkan penemuan mayat pria di tanah kosong Jalan Raya Gaplek, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Remaja bergaya punk tanpa identitas itu ditemukan bersimbah darah, di mana terdapat luka tusuk di punggung, telinga kiri putus, dan jari kelingking kiri putus.

Tim Vipers Polres Tangsel kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Akhirnya, korban diketahui anak di bawah umur bernama Ridwan (16), warga Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang. Ia dibunuh sekelompok anak muda yang juga bergaya punk. Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku, yakni Ikkuisan alias Ikkiu (20), Mudiansyah alias Comot (28), dan Afri Dandi alias Dandi (19).

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, polisi tengah memburu empat orang pelaku lain. Antara lain Tito, Yudi, Agus, dan Andre. Sehingga, pelaku pembunuhan Ridwan berjumlah tujuh orang. Ketujuh pelaku memiliki peran berbeda.

Ikkiu memotong telinga kiri dan jari kelingking kiri korban dengan menggunakan pedang jenis katana, Comot menusuk punggung kiri korban sebanyak dua kali dengan menggunakan pisau, dan Dandi menusuk punggung kiri korban sebanyak satu kali dengan menggunakan pisau.

Sementara Tito merupakan provokator tersangka lain untuk melakukan balas dendam terhadap korban serta memberikan dan mengamankan katana yang digunakan oleh Ikkiu, Yudi dan Agus menjemput korban di depan Ramayana Ciputat dan melakukan pemukulan terhadap korban, dan Andre sebagai pengendara yang membonceng Comot dan Dandi saat mencari korban untuk dijemput.

Penangkapan di Bogor dan Sukabumi

Adapun penangkapan ketiga pelaku, jelas Ferdy, dilakukan pada waktu dan tempat berbeda. Tim Vipers menangkap Ikkiu pada Sabtu (19/1/2019) di perempatan Yasmin, Jalan Raya Semplak, Kota Bogor. Comot tertangkap di kediaman salah satu kelompok anak bergaya punk di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/1/2019). Sedangkan Dandi diciduk di Pasar Modern Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/1/2019).

“Tim vipers berhasil mengamankan tiga orang pelaku dan empat pelaku lainnya dalam pengejaran,” ujar Ferdy di Mapolres Tangsel, Senin (4/2/2019).

Sebelum dibunuh, jelas Ferdy, Ridwan dijemput oleh Yudi dan Agus di depan Ramayana Ciputat. Ridwan kemudian dibawa ke sebuah lahan kosong di Jalan Raya Gaplek, Kelurahan Pondok Cabe Udik. Di sana, Ridwan dianiaya hingga tewas.

“Peristiwa tindak pidana ini merupakan ekses dari pertikaian antara entitas anak punk Ciputat atau korban dengan entitas anak punk Gaplek yaitu para tersangka, yang terjadi pada malam 15 Januari 2019 sampai dini hari 16 Januari 2019,” ungkap Ferdy.

Ferdy menjelaskan, Ikkiu membuang potongan jari kelingking kiri dan daun telinga kiri korban di anak Sungai Ciliwung, tepatnya di jembatan perempatan Bubulak, Kabupaten Bogor. Bahkan sebelum membuang, Ikkiu memperlihatkan potongan jari tangan dan telinga korban kepada beberapa anggota entitas anak punk Ciputat di daerah Setu Sawangan, Bogor.

“Sementara pisau yang digunakan tersangka Comot dan Dandi untuk menusuk punggung korban telah dibuang di pinggir pantai di Pantai Pelabuhan Ratu pada tanggal 20 Januari 2019 atau saat usaha pelarian tersangka,” tandas Ferdy.

Ancaman Hukuman Mati

Dia mengatakan, Ridwan merupakan anak di bawah umur yang baru bergabung dengan entitas anak punk Ciputat. Hal tersebut dibuktikan dengan tato baru pada tubuh dan kaki Ridwan serta sesuai keterangan para saksi. Berdasarkan keterangan dokter forensik melalui hasil visum dan autopsi, kata Ferdy, korban meninggal karena luka dalam akibat tusukan yang menembus organ dalam.

TIga pelaku beserta sejumlah barang bukti kini diamankan di Mapolres Tangsel. Para pelaku disangkakan pasal pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 340 KUHP juncto pasal 338 KUHP juncto pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP.

“Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati,” pungkas Ferdy. (isb/riz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya