oleh

Tersangka Dua Kali Batalkan Transaksi Ganja Sebelum Tertangkap

Tangerang7.com, Tigaraksa – Penangkapan Rendi Suryo Utomo alias RSU ternyata tidak mudah. Bandar narkotika jenis ganja ini membuat polisi harus putar otak dan ekstra sabar. Sebelum tertangkap dalam kurun tiga hari, laki-laki 34 tahun itu sempat membatalkan transaksi narkoba sebanyak dua kali.

Rendi dibekuk jajaran Satresnarkoba Polresta Tangerang di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Polisi mengamankan barang bukti berupa ganja dengan berat 150 kilogram. Ratusan kilogram barang haram tersebut merupakan daun ganja kering. Saat diinterogasi polisi, Rendi mengaku mendapatkan ganja dari Aceh.

Ungkap kasus ini berawal dari laporan masyarakat ihwal rencana pengiriman narkotika jenis ganja dalam jumlah besar dari Kota Bekasi ke wilayah Tangerang. Polisi menerima informasi pada Sabtu (13/7/2019). Informasi itu kemudian dicocokkan dengan jaringan yang telah terungkap sebelumnya sebagai bagian dari proses pengembangan.

“Dari hasil analisis dan pencocokan, kami menelusuri lebih dalam informasi itu,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif dalam konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (18/7/2019).

Guna mendapatkan informasi lebih detail, tim Satresnarkoba Polresta Tangerang melakukan upaya observasi dan penyamaran. Satu personel polisi ditugaskan secara khusus untuk menyamar sebagai pembeli ganja. Alhasil, polisi mendapatkan akses berkomunikasi dengan orang yang diduga pengirim narkotika itu.

Sabilul mengatakan, meski sudah mendapatkan akses komunikasi, ternyata tidak mudah untuk bisa mendekati apalagi menyepakati transaksi dengan orang yang sudah dijadikan target operasi (TO) tersebut. Ia selalu mengelak dan mengaku dirinya bukan pengedar ganja. Namun, setelah terus membangun komunikasi intensif, bandar tersebut mulai terbuka.

“Nampak sekali bahwa TO ini sangat berhati-hati dalam menerima pembeli,” kata Sabilul.

Sudah Terjual 100 Kg Ganja

Polisi penyamar pembeli ganja dan Rendi pun bersepakat untuk transaksi. Rendi menyatakan kepada pembeli bahwa akan ada orang yang menghubungi. Lebih kurang tiga jam kemudian, ada seseorang yang menghubungi. Tetapi, orang yang menghubungi itu tidak menyebutkan nama dan lokasi keberadaannya.

“Orang itu hanya meminta kami datang ke suatu tempat di wilayah Kota Tangerang untuk bertransaksi pada pukul 11 malam,” tutur Sabilul.

Tanpa diduga, beberapa jam sebelum waktu yang ditentukan untuk transaksi, orang itu kembali menghubungi pembeli dan menyebut transaksi dibatalkan. Orang itu mengubah waktu dan tempat transaksi ke wilayah Grogol, Jakarta Barat, Minggu (14/7/2019). Polisi penyamar tidak mau kehilangan jejak TO sehingga sepakat melakukan transaksi esok hari.

Lagi-lagi, janji bertransaksi di Grogol dibatalkan. Orang yang sudah menjadi TO itu, kembali mengubah waktu dan tempat transaksi ke wilayah Bekasi pada Senin (15/7/2019) pukul 20.30 WIB. Polisi pun optimistis TO tidak akan membatalkan transaksi di Bekasi, sehingga tim Satresnarkoba Polresta Tangerang berangkat ke tujuan.

“Setibanya kami di Bekasi sesuai waktu yang ditentukan, TO menghubungi kami dan meminta kami ke suatu perumahan di Kota Bekasi,” tutur Sabilul.

Setelah berhasil bertemu dengan TO, polisi penyamar meminta TO menunjukkan ganja yang dijanjikan. TO lalu menunjukkan sebuah kardus berisi 10 bal daun ganja kering dengan dibungkus lakban warna cokelat. Ketika itu pula polisi memborgol TO tersebut. “Saat itu juga kami langsung lakukan penangkapan,” kata Sabilul.

TO itu tak lain adalah Rendi Suryo Utomo alias RSU. Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah Rendi di Perumahan Lawalumbu, Pengasinan, Kecamatan, Bekasi. Di rumah itu, polisi menemukan 9 kardus dan 3 bungkus plastik besar warna hitam berisi daun ganja. Rendi menyimpan barang terlarang tersebut di kamar tidur.

Kepada polisi, tersangka mengaku tidak melayani pembelian dalam jumlah kecil. Minimal pembelian adalah 10 kg ganja. Ia mengaku mendapatkan ganja kering dari Aceh. “Total ganja yang kami amankan sebanyak 150 kilogram. Menurut tersangka, awalnya ganja itu berjumlah 250 kilogram, namun 100 kilogram sudah terjual ke wilayah Jakarta dan sekitarnya,” pungkas Sabilul. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya