oleh

Teror Penembakan di Selandia Baru, Polisi dan TNI di Tangerang Siaga

Tangerang7.com, Tangerang – Polisi dan TNI di wilayah Tangerang bersiaga menyusul teror penembakan di masjid negara Selandia Baru atau New Zealand. Aparat keamanan berpatroli memastikan wilayah Tangerang aman dari tindakan terorisme.

Patroli dilakukan anggota Polsek Tangerang bersama TNI, Sabtu (16/03/2019). “Kami patroli cipta kondisi untuk medeteksi dini dan penyisiran di beberapa tempat ibadah di wilayah hukum Polsek Tangerang,” kata Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono.

Patroli di antaranya menyisir kawasan Tangcity Mall. Petugas menyampaikan pesan supaya masyarakat baik pengunjung maupun manajemen Tangcity, untuk tetap tenang dan berpikir jernih.

“Kami mengimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang dan percayakan kepada aparatur Negara seperti TNI dan Polri,” jelas Ewo.

Petugas gabungan berkeliling ke gereja-gereja yang ada di Jalan Daan Mogot, Modernland, dan tempat keramaian lainnya. Patroli melibatkan sebanyak 30 personel sebagai respons terhadap terror penembakan di Selandia Baru yang mengakibatkan sekitar 49 orang tewas.

“Kami ingin ciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Apalagi, setelah adanya (teror) penembakan sebelumnya,” ucapnya.

Menurut Ewo, sejauh ini wilayah Kecamatan Tangerang dan sekitarnya belum terlihat tanda-tanda tindakan terorisme. Namun, pihaknya tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan.

49 Tewas Ditembaki

Dalam pemberitaan di berbagai media, aksi penembakan di masjid negara Selandia Baru itu dilakukan warga Australia. Mengapa seorang warga Australia pergi ke Selandia Baru hanya untuk melakukan serangan teror?

Ini adalah pertanyaan utama saat identitas Brenton Tarrant, sang teroris penembak dua masjid di Christchurch, diungkap. Sebelum melakukan aksi brutalnya, pria asal New South Wales itu mengunggah manifestonya ke internet.

Menurut kantor berita Reuters, dalam manifesto itu Tarrat awalnya tidak memilih Selandia Baru sebagai sasaran. Namun, serangan terhadap Selandia Baru akan menunjukkan bahwa tidak ada tempat di mana pun di dunia ini yang aman.

Siapa Brenton Tarrant? Setelah menyelesaikan sekolah, Tarrant bekerja sebagai pelatih kebugaran di Big River Gym di kota Grafton, New South Wales, Australia pada 2009-2011. Pada 2011, Tarrant keluar dari pekerjaannya dan bepergian ke Asia dan Eropa.

Tarrant mengatakan, dia pernah bekerja sebentar sebelum menghasilkan uang dari Bitconnect, uang kripto seperti Bitcoin, lalu menggunakan uangnya untuk jalan-jalan. Dalam perjalanannya, Tarrant berkunjung ke Eropa, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Dia bahkan sempat berkunjung ke Korea Utara, di mana dia berfoto bersama kelompok wisata di Monumen Samjiyon.

Tarrant kemudian tinggal di kota Dunedin, 350 kilometer dari Christchurch, sejak 2017. Para tetangga menggambarkan Tarrant sebagai sosok pendiam tetapi gemar bercerita soal perjalanannya. Tarrant juga dikonfirmasi sebagai anggota klub menembak Bruce Rifle Club di Kota Milburn.

Menurut laporan Reuters, 15 Maret 2019, dari video yang beredar di sosial media, yang diunggah pelaku dalam siaran langsung online, menunjukkan dirinya mengendarai mobil ke salah satu masjid, masuk ke dalam dan menembak acak ke orang-orang di dalam.

Terlihat dalam video para jemaah, yang terluka maupun tewas, terbaring di lantai. Namun, sejauh ini Reuters belum memverifikasi keaslian video ini.

Salah seorang pria yang saat itu berada di Masjid Al Noor mengatakan pria kulit putih berambut pirang mengenakan helm dan rompi antipeluru masuk ke masjid. Pria itu kemudian menembak secara membabi buta ketika para jemaah sedang salat. (odo/t7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya