oleh

Terkunci di Jok Sepeda Motor Bukan Keterjaminan Helm Anda Aman

Tangerang7.com, Tangerang – Bagaimana kebiasaan Anda bila menaruh sepeda motor di parkiran umum dan Anda membawa helm? Apa topi pelindung kepala itu Anda sangkutkan di setang sepeda motor?

Jarang sekali terlihat pengendara atau pun penumpang sepeda motor menenteng helm saat keluar dari area parkiran, bukan? Apalagi kalau hendak pergi ke tempat ramai.

Tak sedikit pula pengendara atau penumpang sepeda motor mencari aman saat membawa helm. Misalnya, menaruh topi pelindung kepala tersebut di tempat penitipan atau mengunci di jok sepeda motor.

Nah, baru-baru ini terungkap fakta jika mengunci di jok sepeda motor bukan keterjaminan helm Anda aman. Terlebih-lebih bila helm itu bernilai tinggi, bukan tidak mungkin jadi incaran komplotan pencuri.

Pelaku Beraksi di Parkiran Bandara

Pada 16 Desember 2019 lalu, Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta mengungkap kasus pencurian helm di parkiran Bandara Soekarno-Hatta. Terduga pelaku berinisial AMM diringkus. Penangkapan tersangka berawal dari kecurigaan petugas parkiran Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Teguh Imam.

“Ketika (tersangka) keluar dari parkiran, membawa helm lebih dari satu, di kepala, motor, dan siku tangan,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta AKBP Adi Ferdian Saputra, sebagaimana dilansir Kompas.com, Jumat (27/12/2019).

Polisi membekuk AMM saat beraksi di area parkiran Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta. “Pelaku sudah delapan kali melakukan pencurian helm dalam kurun waktu tiga bulan,” ujar Adi.

Berdasarkan hasil interogasi polisi, AMM mengaku melakukan aksi serupa bukan hanya di parkiran Bandara Soekarno-Hatta. Dari delapan aksi pencurian, empat di antaranya dilakukan di luar kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

“Area parkiran Cilandak Town Square, Pasar Swalayan Kedoya, Taman Mini Jakarta Timur, dan area parkiran Apartemen Kedoya,” beber Adi.

BACA JUGA:  Car Free Day Sambil Lihat Pesawat, Hanya di Belendung

Dia menyebut, pelaku AMM mengincar helm dengan merek tertentu seperti INK dan NHK. “Ini lebih mudah untuk dijual. Pelaku menjual dengan harga Rp 300.000 sampai Rp 400.000,” jelas Adi.

AMM juga sudah memiliki penadah barang-barang curiannya. Hingga saat ini, kata Adi, penadah masih dalam pendalaman identitas. “Masih terus kita kembangkan,” ujar dia.

Hanya 5 Detik

AMM ternyata melakukan pencurian helm hanya dalam waktu 5 detik saja. Ia pun memperagakan ulang hal itu dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho meminta tersangka memperagakan ulang bagaimana ia mencuri helm dengan tali sedang terkunci di bawah jok sepeda motor.

“Satu, dua, tiga, empat, lima detik,” kata Alex, kemudian helm tersebut terlepas dari jok sepeda motor.

Alex menjelaskan, pelaku AMM beraksi dengan sengaja memarkir di samping kendaraan bermotor tempat helm incarannya berada. Lantas dengan cepat ia bisa menarik helm tanpa dicurigai oleh orang-orang sekitar, karena terlihat tidak kesulitan dalam mengambil helm curiannya meski terkunci di bawah jok sepeda motor. (*)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya