oleh

Tergiur Barang Berharga, Motif Lelaki itu Habisi Nyawa Teman Kencan

Tangerang7.com, Serpong – Agus Susanto (36) ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Ia ditangkap polisi kurang dari 24 jam setelah beraksi. Warga Cipondoh, Kota Tangerang itu nekat membunuh lantaran tergiur sejumlah barang berharga.

Ia menghabisi nyawa Sulastri alias Tari (20), usai berkencan di Apartemen The Habitat at Karawaci, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/5/2019). Agus kini mendekam di hotel prodeo dan terancam hukuman mati. Sedangkan Tari telah dibawa ke kampung halamannya di Pandeglang untuk diletakkan ke dalam liang lahad.

Agus dan Tari awalnya berkenalan melalui jejaring sosial WeChat. Lalu janjian untuk bertemu di Tower C Nomor 311, Apartemen The Habitat at Karawaci. Sebelum bertemu, keduanya sudah menyepakati biaya kencan yakni Rp400 ribu. Agus mengaku baru pertama kali mengencani Tari.

Namun, entah apa yang ada di pikiran Agus ketika melihat barang-barang milik Tari. Mulai dari ponsel pintar, uang tunai, hingga perhiasan emas berupa kalung, gelang, dan cincin. Lantaran berniat memiliki harta benda tersebut, Agus memutar otak sampai buntu dengan membunuh Tari.

“Motif pelaku yaitu menguasai barang berharga milik korban, berupa uang tunai dan HP (hand phone),” kata Kepala Kepolisian Resor Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Ferdy Irawan, saat konferensi pers ungkap kasus di Markas Komando Polres Tangsel, Jalan Promoter, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Senin (13/5/2019).

Penangkapan Agus dilakukan tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kelapa Dua, Satreskrim Polres Tangsel, dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya. Ia dibekuk di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Minggu (13/5/2019) pukul 13.00 WIB.

Selain pelaku, sejumlah barang bukti diamankan polisi. Terdiri dari kabel pengecas ponsel (charger), celana dalam wanita, celana pendek wanita, engsel pintu yang telah rusak, sprei berwarna hitam merah, dua buah bantal, pakaian perempuan jenis dress, dua buah kondom, bra, sarung bantal, satu pasang sandal wanita, serta selimut berwarna hijau putih.

Sebelumnya, Sulastri alias Tari ditemukan tidak bernyawa di kamar apartemen tanpa busana, Sabtu (11/5/2019). Leher dan tangan wanita kelahiran September 1998 itu terikat sarung bantal, serta kaki terikat kabel charger. Jasad Tari juga ditutupi dua buah bantal.

Pada pukul 09.00 WIB, kekasih Tari bernama Andra Anjaya (29), pergi memancing bersama temannya di empang Wijaya Taman Cibodas. Tari saat itu tengah tidur. Pada pukul 17.00 WIB, Andra menghubungi Tari melalui aplikasi WhatsApp. Tari pun memberi tahu jika ada tamu di apartemennya.

Namun, Andra baru kembali membalas pesan dari Tari pukul 17.40 WIB. Sejak itu tidak ada respons dari korban. Ia pun pulang ke apartemen korban pukul 19.00 WIB. Saat tiba di apartemen, ia melihat gagang pintu kamar nomor 311 sudah tidak ada dan pintu kamar dalam keadaan terkunci.

Lantaran penasaran, Andra membuka pintu kamar korban. Ia pun kaget melihat Tari dalam kondisi tanpa busana dengan leher, tangan, dan kaki terikat. Melihat sang kekasih terbujur kaku, Andra membuka ikatan tali tersebut.

“Berupaya menolong korban yang sudah tidak bergerak,” kata Ferdy.

Andra selanjutnya memberi tahu kejadian mengenaskan itu kepada penghuni apartemen lain dan dilanjutkan melapor ke Polsek Kelapa Dua. Polisi langsung menindaklanjuti dengan datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sejumlah barang milik Tari hilang. Yakni dua buah ponsel pintar, dompet berisi identitas dan uang tunai sejumlah Rp5 juta, serta perhiasan emas berupa kalung, gelang, dan cincin. Tidak hanya itu, tas selempang milik Andra turut raib.

Polisi setidaknya memeriksa sebanyak enam orang saksi, termasuk sekuriti dan penghuni apartemen. “Tetangga korban mendengar ada keributan sekitar pukul 17.00 WIB selama kurang lebih 10 menit,” ujar Ferdy.

Dalam penyelidikan, polisi memeriksa rekaman kamera pengintai atau CCTV. Dari data itu polisi mengidentifikasi pelaku termasuk mengetahui kendaraan yang digunakan saat ke apartemen.

Tersangka dijerat Pasal 340 dan atau Pasal 338 dan atau Pasal 365 KUHP. “Ancaman hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati,” pungkas Ferdy. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya