oleh

Taufik Sebut Sumbangan ke Manusia Silver Masuk Kantong Pribadi

Tangerang7.com, Ciputat – Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan melakukan penertiban terhadap manusia kelir perak alias manusia silver.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan Taufik Wahidin mengatakan, petugas mengamankan sebanyak enam manusia silver dari dua wilayah Bundaran Maruga, Ciputat.

“Ada enam orang yang dijaring dalam operasi, dari Ciater (Bundaran Maruga). Ini menjadi problem, laporan masyarakat mengganggu. Terus itu kan manusia yang harus diberdayakan, dia pakai cat apa itu, berbahaya buat dirinya,” ujar Taufik sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/11/2019).

Menurut dia, manusia silver tersebut dinilai meresahkan karena menggangu ketertiban jalan dan selalu meminta sumbangan dengan mengatasnamakan yayasan. Padahal, uang sumbangan itu tidak disetor ke yayasan, tetapi justru masuk kantong pribadi.

“(Uang galangan dana) buat dia. Itu atas nama yayasan apa, saya lupa itu. Cuma dia buat pribadi, enggak mungkin buat disetor ke yayasan,” ucap Taufik.

Berdasarkan hasil pendataan, keenam manusia silver itu bukan merupakan warga Tangerang Selatan. Kepada petugas, para manusia silver tersebut mengaku melakukan penggalangan dana dengan mengatasnamakan yayasan karena desakan ekonomi.

“Kita bawa ke Dinas Sosial untuk pendataan. Karena kendalanya kita enggak punya panti rehabilitasi untuk anak punk dan anak silver, akhirnya didata, dicatat, dan dipulangkan,” pungkas Taufik. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya