oleh

Tangsel Perpanjang PSBB Tahap VI, Berlaku Hingga 26 Juli 2020

Tangerang7.com, Ciputat – Pemkot Tangsel memutuskan untuk melakukan perpanjangan PSBB hingga 26 Juli 2020. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Gubernur Banten tentang Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

PSBB masih menjadi salah satu cara pemerintah dalam melakukan penanganan covid-19. Di mana kegiatan sosial masih dibatasi secara maksimal dalam 14 hari kedepan dengan tujuan agar jumlah kasus covid-19 perharinya bisa ditekan dan berkurang secara berkala.

”Jadi, warga yang berdomisili atau tinggal di Kota Tangsel wajib mematuhi ketentuan yang sudah dipertimbangkan sangat matang ini,” kata Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.

Diterapkannya PSBB yang keenam kalinya ini juga dengan alasan melihat kesadaran masyarakat masih belum menyeluruh.

Terkait persiapan new normal pun belum bisa ditentukan kapan diberlakukannya. Namun bisa diterapkan oleh Pemkot Tangsel jika tingkat kesadaran masyarakat telah mencapai 90 persen.

Benyamin katakan, memang sudah ada kegiatan yang bisa dilaksanakan, dengan ketentuan telah memenuhi standar protokol kesehatan.

“Salah satunya adalah pelaksanaan ibadah di rumah ibadah. Di mana kegiatan keagamaan di rumah ibadah dapat dilakukan apabila telah memenuhi ketentuan protokol pencegahan penyebaran covid-19,” ungkapnya.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menjelaskan, perpanjangan PSBB kali ini ada beberapa kelonggaran yang teknisnya akan dikeluarkan dalam peraturan Gubernur.

“PSBB dilonggarkan tapi dengan pembatasan protokol covid-19 yang ketat tapi tetap dilanjutkan PSBBnya dalam rangka mempertahankan disiplin masyarakat,” ujar Airin.

Airin pun terus mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat keluar rumah. Jaga jarak, cuci tangan dan berprilaku sesuai dengan protokol kesehatan.

Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim juga menjelaskan, sejak awal pembiasaan protokol kesehatan covid-19 menjadikan konflik bagi diri dan sebagian masyarakat. Seiring waktu dan kesadaran akan pentingnya menghadapi pandemi akhirnya dapat berkompromi dengan kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai baru.

“Kita membutuhkan waktu sampai terjadi internalisasi diri. Kalau sudah menyatu dan sudah jadi terinstitusionalisasi, Insya Allah tanpa sosialisasi lagi kita akan sudah terbiasa dan merasakan pentingnya dan manfaat suatu kehidupan baru,” jelasnya

Ia mengaku sempat ditanya oleh beberapa kalangan, resep Provinsi Banten mencapai zona kuning dari sebelumnya sebagai zona merah dan epicentrum covid-19. Ia katakan, resep yang paling ampuh adalah solidaritas antara semua unsur yang ada di Provinsi Banten.

“Inilah yang saya merasa bangga dan bahagia. Ketika Wali Kota, Bupati, Polisi, TNI dan seluruh unsur lapisan masyarakat solid. Dan ternyata masyarakat dengan kesadarannya ikut menciptakan budaya baru tanpa diperintah lagi,” ungkapnya. (rls/mad/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya