oleh

Tangsel Berlakukan PPKM Darurat Mulai 3 Juli 2021

Tangerang7.com, Ciputat – Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Halnya Kota Tangsel, akan menerapkan PPKM Darurat mulai 3 Juli 2021.

Dalam situasi tersebut, masyarakat harus memahami, apa saja kegiatan yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat jumpa pers di Puspemkot Tangsel, Kamis (1/7/2021).

Dia menjelaskan, PPKM Darurat ini diberlakukan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Karena meningkatnya kasus Covid-19 hingga mencapai 51 persen kasus dibandingkan minggu sebelumnya.

”Karena itu sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, Pemkot Tangsel akan memberlakukan PPKM Darurat,” ujar Benyamin, disusul ketentuan dalam proses penerapan PPKM di Kota Tangsel.

Adapun ketentuan yang harus diterapkan oleh masyarakat adalah pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial hingga 100 persen melakukan Work From Home (WFH).

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring (online). Begitu pula dengan kegiatan sektor esensial seperti keuangan, perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi eskpor diberlakukan 50 persen WFH.

”Sementara sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjang, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar, serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 persen WFO dengan protokol kesehatan secara ketat,” papar Benyamin.

Sedangkan untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional hingga pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas 50 persen.

Adapun toko pelayanan yang bisa diakses selama 24 jam adalah toko obat dan apotek. Kegiatan pada pusat perbelanjaan seperti mall dan pusat perdagangan ditutup sementara.

Begitu juga pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum. Baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun di lokasi pusat perbelanjaan atau mal, hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat.

Benyamin menambahkan, untuk pelaksanaan kegiatan konstruksi tetap beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. Selain itu fasilitas umum, baik yang bersifat keagamaan dan seni budaya ditutup sementara.

”Untuk angkutan umum maksimal mengangkut 70 persen dari kuota seharusnya dan untuk resepsi pernikahan hanya diizinkan sampai dengan 30 orang pada pertemuannya,” tandasnya. (rls/t7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya