oleh

Tak Perbaiki Nasib, Alasan Warga Tangsel Enggan Nyoblos

Tangerang7.com, Serpong – Pesta demokrasi terbesar di Indonesia sekitar tiga bulan lagi. Pemilihan presiden dan wakil presiden serta legislatif diselenggarakan secara serentak. Guna mengetahui tingkat partisipasi masyarakat, KPU Kota Tangsel melakukan survei dengan menggandeng lembaga riset Arus Survei lndonesia.

Survei di 4 kecamatan di Kota Tangsel antara lain Pondok Aren, Pamulang, Ciputat Timur, dan Ciputat. Survei menggunakan motode pengambilan sampel acak atau random sampling itu berlangsung pada tanggal 16-20 Desember 2018 lalu. Responden sebanyak 120 orang.

Adapun hasilnya terdiri dari 95,00 persen publik mengetahui akan ada Pilpres dan Pileg tanggal 17 April 2019. 93,33 persen mengetahui jika Pilpres dan Pileg dilaksanakan serentak.

“lni artinya, pengetahuan publik terkait hajatan pemilu sudah baik. Ini sekaligus menjadi indikator bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Tangerang Selatan sudah berjalan maksimal,” kata Ali Rifan, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia di kantor KPU Kota Tangsel, Rabu (9/1/2019).

Pada acara yang dihadiri Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan itu, Ali menyebutkan sebanyak 93,33 persen publik menjawab ‘pasti mencoblos’ dan 5 persen mengaku ‘belum pasti mencoblos’. Sementara 1,67 persen mengatakan ‘tidak akan mencoblos’ pada Pemilu Serentak 2019.

Alasan utama masyarakat pasti mencoblos yaitu karena ingin menggunakan hak pilihnya, sebanyak 72,32 persen. Sedangkan alasan belum pasti mencoblos adalah karena berhalangan 33,33 persen dan pemilu tidak akan memperbaiki nasib 5 tahun ke depan 33,33 persen.

“Alasan masyarakat tidak akan mencoblos adalah karena pemilu tidak akan memperbaiki nasib 5 tahun ke depan 50,00 persen dan tidak ingin menggunakan hak suara 50,00 persen,” tandas Ali. (sam/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *