oleh

Tak Nyaman, Alasan IJL Hengkang dari Stadion Mini Cisauk

Tangerang7.com, Cisauk – Manajemen Indonesia Junior League (IJL) memutuskan untuk hengkang dari Stadion Mini Cisauk, Kabupaten Tangerang. Pasalnya, IJL kerap resah selama lima bulan mengelola stadion mini itu. Operator sepak bola usia dini tersebut tengah mempersiapkan langkah terbaik.

CEO IJL Rezza Mahaputra Lubis mengungkapkan sejumlah alasan memilih keluar dari Stadion Mini Cisauk. Di antaranya pencapaian tidak sebanding dengan nilai investasi yang cukup besar, warga sekitar ingin menggunakan lebih lama dari IJL, serta beberapa sekolah meminta menggunakan di pagi hari untuk berolahraga.

“Warga mau pakai banyak, Persita senior sampai junior mau nimbrung, tiga sampai empat sekolah minta mau pakai di pagi hari untuk olahraga, dan IJL banyak diganggu faktor-faktor nonteknis enggak penting,” kata Reza kepada Tangerang7.com, Senin (18/2/2019).

Dia mengatakan, IJL memiliki tiga pilihan lokasi setelah resmi hijrah nanti. Namun paling relevan, menurut Reza, di Lapangan Nirwana Sawangan Park, Depok. Di mana lapangan tersebut sering digunakan Timnas Indonesia untuk latihan. Selain itu, Lapangan Nirwana Sawangan Park merupakan milik swasta dan pusat olahraga.

“Ya, karena kan kami cari yang nyaman. Di Cisauk sudah capek saya, lelah banget. Saya sudah bilang ke pak Sekcam kasih kami beberapa pekan lagi main sekaligus prepare. Selanjutnya terserah mau diapakan, apabila itu lapangan mau dipakai untuk kegiatan-kegiatan sudah bukan tanggung jawab kami lagi,” tandas Reza.

Kompetisi Tiga Kategori

Dia menjelaskan, IJL masuk wilayah kota seribu industri setelah resmi hijrah dari Lapangan Puspiptek, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Lapangan Puspiptek digunakan dalam kurun Februari – Agustus 2018, lalu mulai menggunakan Stadion Mini Cisauk pada Oktober 2018. Tidak hanya soal kesiapan internal IJL, dipilihnya Stadion Mini Cisauk juga dilandasi dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Tangerang.

CEO IJL Rezza Mahaputra Lubis. (Foto : Indonesia Junior League)

14 Oktober 2018, IJL menggelar kompetisi perdana bertajuk IJL Mayapada U-13 di Stadion Mini Cisauk. Diikuti sebanyak 28 sekolah sepak bola atau SSB dan lebih dari 600 pesepak bola usia dini. Sesuai jadwal, laga berlangsung sekitar tujuh bulan.

SSB IJL rutin merumput di Stadion Mini Cisauk tiap Sabtu dan Minggu. Selain kategori U-13, diselenggarakan juga kompetisi untuk U-9 dan U-11. Tak sekadar memijakkan kaki, IJL merenovasi stadion mini tersebut hingga tampak kece, termasuk pemasangan lampu penerangan di area lapangan.

Namun, makin diselami problem kian muncul di permukaan. Manajemen IJL merasa ada ‘teror’ dari orang-orang tidak bertanggung jawab. Urusan dapur orang lainpun IJL kerap dikaitkan.

“Saya pikir kami akhirnya enggak terlalu bisa maksimal juga, kasihan nanti kalau dipaksakan. Kecuali kalau Bupati Tangerang (Ahmed Zaki Iskandar) misalnya mau berikan lahan sekitar 2 sampai 3 hektare, terus kami bangun, seperti lahan hibah atau apa untuk pembinaan usia dini,” pungkas Reza. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya