oleh

Tabloid Indonesia Barokah dan Siapa di Baliknya

Tangerang7.com, Tangerang – Amplop cokelat menumpuk di Kantor Pos Tangerang Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Rabu (23/01/2019) pagi. Isinya tabloid bertajuk Indonesia Barokah. Di halaman depan tertulis edisi I/Desember 2018.

Tabloid Indonesia Barokah ramai diperbincangkan di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bawaslu di sejumlah daerah disibukkan dengan keberadaan tabloid ini. Banyak laporan kepada Bawaslu yang menyebut tabloid Indonesia Barokah merupakan alat propaganda politik menjelang Pemilu Presiden 2019.

Jumlah halaman tabloid tersebut sebanyak 16 halaman. Pada halaman depan tertulis “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?”. Kemudian di bawah tulisan ditampilkan gambar karikatur orang memakai sorban yang sedang memainkan wayang.

Ada 13 rubrik berita dalam tabloid Indonesia Barokah. Yang paling banyak disorot sejumlah media adalah berita pada halaman 5 (Laporan Utama) serta di halaman 6 (Liputan Khusus). Judul pada Laporan Utama yakni “Prabowo Marah, Media Dibelah.” Lead pada berita itu tertulis “Prabowo Subianto kembali berulah dengan marah-marah dan melontarkan pernyataan kontroversial.”

Kemudian isi beritanya adalah tentang tuduhan bahwa Prabowo punya kepentingan besar di balik reuni 212 pada 2 Desember lalu. Tuduhan itu ditunjukkan ketika dia marah-marah ke media yang dianggap mengecilkan jumlah peserta reuni 212.

Sedangkan pada rubrik Liputan Khusus, tabloid ini memuat artikel berjudul “Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik?: Membongkar Strategi Semprotan Kebohongan.” Artikel ini bercerita soal kasus-kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisma. Ada pula boks berisi ulasan Prabowo ditantang untuk menjadi imam salat, yang pernah dilontarkan bekas kader Partai Gerindra, La Nyalla.

Di tabloid itu juga ada berita tentang Jokowi. Tapi, berita mengenai Jokowi seluruhnya yang positif-positif. Misalnya tentang Jokowi yang akan membangun 1.000 balai latihan kerja di pondok pesantren. Selain itu, Jokowi memberikan bantuan beasiswa kepada 100 santri.

Pada halaman 2 tercantum susunan redaksi dan alamat redaksi sebagaimana media-media cetak pada umumnya. Dua nama teratas di susunan redaksi yakni Pemimpin Umum Moch Shaka Dzulkarnaen dan Pemimpin Redaksi Ichwanuddin.

Belum diperoleh informasi detil siapa nama-nama yang tercantum tersebut. Tak ada yang familiar kecuali kesamaan nama yang tak bisa diverifikasi. Adapun alamat redaksi tercantum di Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi.

Dikirim ke Masjid dan Ponpes

Sampai tadi siang, ratusan amplop cokelat berisi tabloid Indonesia Barokah itu masih menumpuk di Kantor Pos Tangerang. Ada sekitar 150 amplop dengan masing-masing berisi 3 eksemplar tabloid yang belum terdistribusikan. Sementara yang sudah terdistribusikan sekitar 500 – 600 amplop atau 1500 – 1800 eksemplar tabloid.

Tabloid itu bukan hanya ditujukan ke masjid-masjid. Tapi juga dikirim ke beberapa pondok pesantren. “Kemarin kami hanya mendapat bukti di pengurus masjid, hari ini kami melihat ada yang dialamatkan ke ponpes. Jumlah yang belum terdistribusikan ada sekitar 150 amplop, sedangkan yang sudah sampai di tujuan mencapai 500 sampai 600 amplop,” kata Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim kepada Tangerang7.com, Kamis (24/01/2019).

Menurut Agus, Bawaslu tidak dapat menghentikan pendistribusian tabloid Indonesia Barokah ke tempat tujuan. Sebab, pengiriman tabloid itu merupakan kewenangan dan merupakan bagian bisnis PT Pos Indonesia. Bawaslu akan berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia Kota Tangerang dan Forum Pondok Pesantren Kota Tangerang agar pengurus masjid dan pimpinan ponpes benar-benar mensterilkan masjid dan ponpes dari kegiatan politik.

Adapun soal konten dan isi berita tabloid Indonesia Barokah, kata Agus, masih dalam kajian tim gabungan. Bawaslu Kota Tangerang tidak bekerja sendiri. “Nanti hasilnya pasti kami sampaikan, tim masih mendalami. Kami juga melibatkan Dewan Pers,” pungkas Agus.

Alamat Redaksi Tak Diketahui

Seperti dilansir detikcom, Rabu (23/01/2019), Sarsono, Ketua RT 07 RW 013, Kelurahan Jatirahayu, mengaku sejak Sabtu, 19 Januari 2019, ikut disibukkan oleh urusan tabloid Indonesia Barokah. Kabar adanya tabloid itu pertama kali menyebar di acara Musyawarah Lembaga Pengembangan (Muslembang) RT dan RW se-Kelurahan Jatirahayu pada hari itu. Banyak warga yang menerima foto-foto tabloid itu melalui WhatsApp.

Kemudian, bersama pengurus RT lainnya, yaitu RT 01 RW 013, ia memeriksa setiap rumah warga yang mungkin disulap menjadi kantor media berlogo masjid dan kepulauan Indonesia berlatar merah putih itu. Ia juga mencocokkan nama-nama pengelola tabloid Indonesia Barokah dengan daftar nama warga yang berada di buku besar miliknya.

“(Hasilnya) tidak ada. Di sini tidak ada yang memproduksi tabloid. Pokoknya, sekecil apa pun, pasti harus izin RT, begitu. Saya rasa, mohon maaf, ya, nama jalannya saja sudah dipelesetkan. Aslinya Jalan Haji Kirinkeman, bukan Jalan Haji Kerenkemi. Kirin itu anak Pak Haji Keman,” kata Sarsono.

Menurut Sarsono, kebanyakan warganya adalah pegawai negeri sipil, pekerja bangunan, buruh pabrik, dan pensiunan. Ia pun sudah memberi keterangan kepada polisi dan Bawaslu yang datang untuk mengumpulkan keterangan. “Rata-rata kerja di luar kampung. Yang anak muda ada yang kuliah dan kerja di luar kota,” imbuh Sarsono.

Majelis Ulama Indonesia menilai tabloid itu rawan menimbulkan perpecahan di masyarakat. MUI pun meminta agar tabloid itu tidak disebarkan lagi ke masjid-masjid. “Menyudutkan Prabowo tidak boleh, menyudutkan Jokowi tidak boleh. Tabloid itu media, kan bicara tentang kebenaran. Media itu tempat orang mengungkap kebenaran, bukan tempat orang menyudut-nyudutkan. Menurut saya, itu sudah keluar dari jati diri media,” kata Sekjen MUI Anwar Abbas. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya