oleh

Sudah Ada 14.910 Pekerja di Kabupaten Tangerang Kena PHK, Angkanya Terus Bertambah

Tangerang7.com, Tigaraksa – Pandemi covid-19 di Kabupaten Tangerang berdampak terhadap banyaknya pekerja dirumahkan atau mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Jarnaji mengungkapkan, berdasarkan data per Juni 2020, jumlah pekerja yang kena PHK 14.910 orang dan pekerja yang dirumahkan sebanyak 9.386 orang.

Selain yang kena PHK, ada juga perusahaan yang tutup atau gulung tikar. Jumlahnya ada 13 perusahaan.

“Angka PHK tersebut kemungkinan akan terus bertambah apabila situasi pandemi covid-19 ini masih terus berkembang seperti saat ini,” ungkap Jarnaji melalui Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang.

Jarnaji sangat berharap agar situasi ini akan segera membaik karena apabila situasi terus seperti ini, tidak menutup kemungkinan, jumlah pengangguran di Kabupaten Tangerang akan terus meningkat.

Salam masa pandemi covid-19 ini, pihaknya membentuk tim monitoring dampak pandemi covid-19 dengan tugas mendata dan memfasilitasi konseling ketenagakerjaan kepada pengusaha dan serikat pekerja atau pekerjanya langsung.

Data perselisihan hubungan industrial per 20 Juni 2020 ada 131 kasus, dangan angka penyelesaian 91 kasus dalam proses, perjanjian bersama 15 kasus, anjuran 19 kasus, dan cabut berkas ada 6 kasus.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendata jumlah korban PHK dan di tengah pandemi covid-19 seperti ini jumlah perusahaan tutup dan jumlah PHK pasti akan terus bertambah.

“Jumlah PHK saja sampai Juni sudah ada 14.910 orang, belum lagi di Juli ini akan ada satu perusahaan besar yang akan tutup dengan jumlah karyawan mencapai 8 ribu lebih. Tentu saja itu sangat berdampak sekali,” katanya.

Menurutnya, hingga akhir Juli 2020 diperkirakan akan ada sekitar 23 ribuan karyawan yang kena PHK di Kabupaten Tangerang. Tentu saja itu semua harus diperhatikan pemerintah.

Sementara itu, Ketua SPSI Kabupaten Tangerang Ahmad Supriyadi merasa prihatin banyak yang terkena PHK, meskipun mendapatkan pesangon.

“Tapi banyak juga yang hanya dapat uang kebijakan karena masa kerja mereka masih minim di bawah tiga bulan,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang ini mengaku kalau pihaknya tanpa henti melakukan pendampingan agar hak-hak pekerja tetap diberikan dan dilindungi. (rls/t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya