oleh

Status Facebook Pegawai Pemkot Menghina Babu Dilaporkan ke Polisi

Tangerang7.com, Tangerang – Postingan status akun Facebook pegawai Pemkot Tangerang yang dianggap menghina pembantu rumah tangga atau babu resmi dilaporkan ke polisi. Laporan dilakukan menyusul viralnya status akun Facebook tersebut di media sosial.

“Sudah dilaporkan pada hari Selasa, 18 Juni 2019 dengan Nomor Tanda Bukti Lapor: TBL/B/551/VI/2019/PMJ/Restro Tangerang Kota,” kata Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri dalam keterangan pers di ruang rapat Asisten Administrasi Umum, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (19/06/2019).

Untuk mengantisipasi hal serupa, Pemkot telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pegawai Pemkot Tangerang agar dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan sosial media.

“Serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul kharimah,” kata Dadi.

Sekda juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak serta merta mempercayai informasi yang beredar di sosial media.
“Coba cari tahu dulu kebenaran informasi yang beredar dan jangan gampang percaya,” ujarnya.

Status akun Facebook pegawai Inspektorat Kota Tangerang, Amelia Fitriana, viral di media sosial. Statusnya banjir kritikan karena dianggap merendahkan babu atau pembantu rumah tangga. Belakangan, Amelia mengatakan akun Facebooknya diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Akun Facebook Amelia banjir kritik karena memposting foto dirinya sedang makan-makan di sebuah restoran dengan berseragam safari coklat.

Bukan foto dirinya yang menuai kritik, melainkan komentarnya. Pada akhir tulisan itu disertai emoticon tertawa. Komentar yang membuat ribuan warga net geram dan menghujat balik Amelia itu ditulis adalah, “Kegiatan hari ini reoni makan2 emangnya qmu babu kerjaan cuma ngosek WC,” kata Amelia dalam statusnya.

Namun akun Amelia Fitriani saat ini sudah hilang dari laman Facebook. Tetapi tautan dengan banjir komentar itu terus dikrim berantai hingga menuai kritikan pedas.

“Saya tidak pernah menulis keterangan apa pun dalam laman akun Facebook saya,” kata Amelia melalui klarifikasinya seperti dilansir Tempo.

Ibu tiga anak itu meyakini akun media sosialnya itu dihack orang yang tidak bertanggung-jawab. Indikasinya, kata dia, dirinya curiga sejak Jumat pagi, 14 Juni 2019, akun Facebooknya tidak bisa dibuka.

“Jumat pagi itu saya mau buka Facebook, tapi tidak bisa. Karena sudah ada panggilan baris untuk apel pagi, saya tidak lanjutkan membukanya,” kata Amelia.

Baru lah setelah apel pagi, dia mencoba membuka lagi. Namu, tetap tidak bisa dan harus registrasi ulang. Amelia semakin yakin akunnya dibajak orang saat keponakannya pada Minggu 16 Juni 2019 menelepon dan bertanya apakah akunya dihack.

“Keponakan saya hanya tanya apakah dihack, dan saya mengiyakan Facebook saya dihack. Pada saat itu saya belum tahu isi postingan itu,” ujar Amelia.

Meski begitu Amelia berupaya membuat akun baru dan menuliskan permintaan maaf sebagai klarifikasi bahwa dia tidak pernah menulis dan akunnya dihack. Tetapi alih-alih klarifikasi diamini warganet, malah mereka makin keras menghujat.

“Sampai saat ini saya tidak tahu isi postingan dan komentar apa pun di dalamnya. Saya putuskan untuk menutup akun baru Facebook,” kata Amelia. (odo/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya