oleh

SPN Tolak RUU Cipta Kerja dan Apresiasi Perjuangan Fraksi Demokrat DPR RI

Tangerang7.com, Tangerang – Penolakan RUU Cipta Kerja datang dari beragam elemen. Termasuk pekerja dan buruh itu sendiri. Salah satunya Serikat Pekerja Nasional (SPN).

Ketua DPP SPN Pramuji Hari Purnama menegaskan penolakannya terhadap RUU Omnibus Law ini.

“Kami menilai RUU Cipta Kerja ini dapat merugikan pekerja dan buruh. Yang diuntungkan hanyalah para cukong dan pengusaha besar. Oleh karena itu, kami pekerja dan buruh secara tegas menolak RUU ini,” kata Pramuji, dalam keterangannya, Minggu (4/10/2020).

Ia memberi apresiasi kepada para wakil rakyat di Senayan yang juga bersuara lantang dan keras membela kaum pekerja dan buruh terkait persoalan ini. Ia juga memuji dan memberi apresiasi kepada anggota DPR RI yang memiliki komitmen untuk memperjuangkan hak pekerja dan buruh.

Seperti yang ditunjukkan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, antara lain Zulfikar Hamonangan, SH dan Hinca Panjaitan.

“Saya sangat memberi apresiasi
apa yang disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat. Menurut saya, sangat tepat pendapatnya. Di saat pandemi begini, tidak tepat membahas RUU Cipta Kerja. Kondisi rakyat sedang terhimpit, mengalami banyak kesulitan dari sisi pendapatan,” kata Mas Pramuji, sapaan akrabnya.

Ia menilai, apa yang dikatakan Bang Zulfikar, sangat tepat sekali agar pemerintah menghentikan pengesahan RUU ini karena akan berakibat beberapa hal akan terjadi, jika RUU tersebut disahkan ;

1. Sanksi pidana terhadap pesangon langkah bagus. Tapi, hak untuk mendapatkan pesangon jadi hilang. Pasal 159-172 dihapus.

2. Upah minimum hanya di tingkat provinsi otomatis mengurangi hak upah (selama ini pakai UMK/UMSK) dan juga ditambah ada upah padat karya dan upah UMKM).

3. Memungkinkan sistem kerja borongan menjadi basic hubungan kerja.

4. Yang dibutuhkan di jaminan sosial sekarang adalah jaminan tidak disclaimer saat pengusaha melakukan gagal bayar iuran. Bukan program baru.

5. Kembali ke sistem kerja rodi.

6. Posisi buruh masih lemah. Kesepakatan memiliki hak yabg sama di mata hukum masih jauh. Jadi kesepakatan hanya melahirkan teori kepentingan dari yang kuat terhadap yang lemah.

Dalam kesempatan ini, Pramuji berharap perjuangan Fraksi Demokrat DPR RI terus dilanjutkan. “Perjuangkan terus nasib para pekerja dan buruh. Kami yakin Partai Demokrat memahami situasi ini dan akan terus berjuang bersama SPN untuk bersama-sama menghentikan RUU Cipta Kerja ini,” katanya. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya