oleh

Sopir Taksi Blue Bird Ditemukan Tak Bernyawa di Halte Foresta 1

Tangerang7.com, Pagedangan – Ajal tiap manusia tak dapat diprediksi. Pun waktu dan tempat mengembuskan napas terakhir tak dapat ditentukan bak tayangan sinetron. Semua itu menjadi rahasia dan kuasa sang pencipta.

Seperti dialami oleh Suradi (44), pria asal Pagerbarang, Tegal, Jawa Tengah. Lelaki yang berprofesi sebagai sopir taksi ini ditemukan tak bernyawa di Halte Foresta Business Loft 1, Jalan Raya Boulevard Utama BSD, Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/5/2019). Ia meninggal dunia di dalam taksi.

Awalnya, Suradi memarkirkan taksi Blue Bird bernopol B 1928 WTD di Halte Foresta 1. Namun, ia ditegur seorang sekuriti kawasan tersebut, Anhar (32). Anhar kemudian pergi untuk salat Subuh.

Saat kembali ke halte, Anhar melihat taksi itu terparkir di pinggir Jalan Raya Utama BSD. Mobil dalam keadaan hidup dan AC menyala, serta pintu terkunci dari dalam.

“Kemudian oleh saksi (Anhar) diketuk pintu kaca, namun tidak ada respons,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho.

Tak berapa lama, melintas teman sejawat Suradi, Neddy (41). Ia pun langusng melihat taksi rekan kerjanya tersebut dan mengetuk kaca, tetapi tetap tidak ada respons. Anhar dan Neddy mencoba melihat isi dari mobil itu.

Keduanya sangat kaget saat melihat Suradi dalam keadaan membungkuk tersandar. Sabuk pengaman juga masih terpasang. Lantaran curiga, Anhar menghubungi Polsek Pagedangan.

Polisi menindaklanjuti informasi tersebut. Selain mendata korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi memeriksa saksi-saksi. Sementara jasad Suradi dibawa ke Rumah Sakit Assobirin, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Setelah itu, polisi menghubungi pihak keluarga almarhum dan Blue Bird. Berdasarkan keterangan istri korban, kata Alex, korban mempunyai riwayat penyakit jantung, maag akut, dan sering mengeluh dada sebelah kiri nyeri. Suradi selama ini sering berobat ke klinik.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum dalam atau autopsi, diperkuat dengan surat pernyataan penolakan dilakukan visum, dan menganggap kejadian ini adalah murni takdir dari Allah Swt,” tandas Alex. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya